ALT_IMG

Lomba Karya Jurnalistik Se BARLINGMASCAKEB

LPM BHASKARA Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan Lomba Karya jurnalistik Untuk Pelajar Se Barlingmascakeb dengan tema Buramnya Pendidikan Di Negriku.Download Formulir dan Ketentuan Lomba.

ALT_IMG

Adat Istiadat Perlu Berjalan Berdampingan Dengn Aqidah Islam

Awan mendung menyelimuti langit Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), rintik hujan mulai membasahi gedung-gedung mewah kampus biru. Pada saat yang bersamaan, tampak mahasiswa lalu lalang menuju lantai tiga di gedung PKM yang belum genap dua tahun dibangun itu.Selengkapnya..

Alt img

Pengelolaan Hotspot Belum Maksimal

Hotspot yang akhir-akhir ini menjadi popular, karena kemudahan dan keefektifannya membuat hotspot digemari para pecinta dunia maya. Universitas Muhammadiyah Purwekerto (UMP) merupakan salah satu yang menggunakan teknologi hotspot.Selengkapnya...

ALT_IMG

Buruknya Konsolidasi, Kesebelasan BEM Mundur

Belum genap satu periode kepengurusan, para pentolan Lembaga Tinggi sudah mulai meninggalkan kursi jabatannya. Terbukti dengan mundurnya 11 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2012/2013 yang digadang-gadang sebagai ujung tombak penampung aspirasi mahasiswa. Selengkapnya...

ALT_IMG

Pemimpin Oh Pemimpin

Dengan air mata ini... Ku berharap kepadamu... Pemimpin... Selengkapnya...

Tampilkan postingan dengan label Khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khusus. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Februari 2014

SP Molor, MPM Harus Bertanggung Jawab

5 komentar

Seorang mahasiswa sedang mengunjungi sekretariat Lembaga Tinggi yang tidak berpenghuni (Ftw_doc) 
BHASKARA - Kosma sudah berlalu delapan bulan yang lalu. Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UMP hingga saat ini, belum melaksanakan Sidang Paripurna (SP). Padahal SP menjadi ajang mengevaluasi kinerja Lembaga Tinggi (LT). Ini tentunya menjadi tanda tanya besar, sudahkah MPM UMP bermanfaat bagi KM UMP ini?
“Sangat lucu memang, Apa yang sudah kita sepakati juga kita langgar. Kalian yang membuat kalian yang menghancurkan sendiri. Tidak adanya Sidang Paripurna I dan II dan evaluasi yang hanya menjadi satu kali akan menjadi PR yang banyak bagi BPK. Sebenarnya dari awal terbentuknya Lembaga Tinggi telah mementingkan egonya masing-masing.” ungkap Direktur Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Fuji Marsela Erlita, kemarin (19/2).
Menurut AD/ART  Kosma XII, seharusnya SP pertama jatuh pada November lalu, dan SP kedua dilaksanakan Februari ini. Kontan dampak dari ketidakjelasan penyelenggaraan SP berdampak bukan hanya di tataran LT, tapi juga turut dirasakan hingga lembaga di Fakultas dan Prodi.
            “ Dengan sistem yang sekarang ini sebenarnya DPM dan MPM masih belum mengerti apa yang menjadi tugas mereka. Sebagai pemimpin yang memimpin suatu lembaga seharusnya mereka mempertanggung jawabkan tugasnya terhadap Keluarga Mahasiswa (KM) UMP,” tutur Gubernur BEM Teknik, Prasetyo Adi Wibowo.
Terpisah, Koordinator Forum UKM, Adi Purnomo menegaskan ketidakpeduliannya terhadap lembaga tinggi karena ketidakpedulian mereka terhadap kinerjanya yang gagal. Bahkan terhadap kurangnya komunikasi yang terjadi diantara lembaga tinggi.
“Saya sih nggak peduli dengan Lembaga Tinggi. Karena merekapun nggak peduli sama kita. Kita telah ketahui bersama-sama bahwa Lembaga Tinggi telah gagal,” ujarnya.
MPM berdalih telah melakukan koordinasi di antara anggota MPM, terkait pelaksanaan SP yang terkatung-katung hingga sekarang, “Saya sudah berusaha mengingatkan berkali-kali, berkoordinasi berkali-kali. Tapi karena saya bawahan ya menunggu eksekutor ketuanya (MPM-red)” ungkap Sekjen MPM, Agus.
Sedangkan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Husnu T. Abadi saat dikonfirmasi Bhakara via Telpon berkali-kali tidak mengangkat dan melalui pesan singkat pun tidak membalas. Padahal DPM mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan AD/RT, sebagai pengawas lurusnya konstitusi di KM.
Ketidakseriusan penyelenggaraan SP ini, membuat Presiden BEM UMP geram. Dia meminta keseriusan dan kesadaran MPM dan DPM dalam melaksanakan kinerja mereka selaku Lembaga Tinggi.
“Saya dengan tegas meminta komitmen MPM dan DPM sebagai Lembaga Tinggi. Mereka seharusnya serius dan sadar terhadap kinerjanya,” tandasnya. (Ftw_Bhas)

Continue reading →
Kamis, 29 Maret 2012

Peniadaan Remidial Teaching Dipertanyakan

0 komentar

Ketika arti dan konsep remidial teaching (RT) dipertanyakan, haruskah  
ditiadakan atau perlu dikaji ulang???

Sudah lima tahun Remedial Teaching (RT) dilaksanakan. Namun, di tahun 2011 ini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengambil kebijakan meniadakan RT. Melalui pengumuman No. A12.11/395-Spu/FKIP/VI/2011 yang diedarkan, FKIP tidak menyelenggarakan ujian ulang di semester genap kemarin. Mereka beralasan karena tingginya volume pekerjaan dosen, penertiban penerbitan KHS, dan target produktifitas lulusan tidak tercapai.
Berbagai respon civitas akademika di FKIP pun mencuat. “Saya sangat keberatan kalau Remidial teaching ditiadakan, masa saya harus mengulang tahun depan, bukannya cepet lulus tapi malah semakin lama saja saya kuliah di UMP,” Tutur Nur Abdulillah Hanajih, mahasiswa FKIP prodi bahasa dan sastra indonesia.
Continue reading →

Demokratisasi Lamban, KM UMP Berjalan Mundur

0 komentar
Dalam dua tahun terakhir beberapa agenda Keluarga Mahasiswa (KM) UMP mengalami kemunduran. Hal ini terlihat dari rendahnya partisipasi elemen KM dalam proses demokrasi di Kampus Biru. Terlebih dalam perjalanannya berbagai persoalan mencuat, seperti pelaksanaan agenda yang tidak tepat waktu, dan permasalahan dalam pergantian tampu kepemimpinan. Apakah ini mengindikasikan proses demokrasi tengah berjalan lamban????
Salah satu bentuk demokrasi yang dilaksanakan dikampus adalah pemilu raya. Pesta demokrasi untuk memilih pasangan presiden dan wakil presiden ini merupakan awal dari pendidikan politik bagi mahasiswa yang nantinya akan berkiprah dalam kehidupan politik berbangsa dan negara kelak. Agar regenerasi berjalan dengan baik hendaknya pemilu dilaksanakan sesuai dengan yang
Continue reading →

BEM Diminta Perkuat Internal Kampus

0 komentar
 Anjar Nugroho: Seharusnya BEM memiliki orientasi internal dan eksternal
Oleh: Fitri Nurhayati

Mewujudkan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai sentrum gerakan mahasiswa di Banyumas. Begitulah visi yang diusung Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UMP) periode 2011-2012 dalam pemaparan program kerja pada Sidang Tri Wulan I Dewan Mahasiswa (DEMA UMP) Jumat (18/11). Kampus tak lebih dari sekedar medan kecil bagi BEM UMP untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswanya.
Menyaksikan kondisi internal KM UMP yang belum terkonsolidasi dengan baik, BEM mestinya tak hanya fokus pada orientasi eksternal.  Ini diungkapkan Wakil Rektor (WR) III Anjar Nugroho, S.Ag., M.Si.
Continue reading →

Penyelenggaraan KOSMA Memprihatinkan

0 komentar
 Kongres Mahasiswa (KOSMA) Universitas Muhammadiyah Purwokerto merupakan forum tertinggi di tataran Keluarga Mahasiswa (KM) UMP yang semestinya dihadiri oleh seluruh mahasiswa UMP. Namun, KOSMA tahun ini sangat memprihatinkan, sebab peserta yang hadir dalam forum tersebut dapat dihitung dengan jari. Padahal, dalam kongres tersebutlah, mahasiswa dapat menentukan nasib kelembagaan di UMP. Mulai dari membahas aturan-aturan KM UMP, pemilihan lembaga tinggi, serta membahas berbagai macam persoalan yang muncul selama satu periode kepengurusan KM UMP sebelumnya.
Continue reading →
Kamis, 22 September 2011

MAHASISWA BARU IKUT AKSI DADAKAN

2 komentar
Bentang spanduk: Mahasiswa baru ikut aksi aliansi BEM Banyumas Raya membentangkan spanduk ditujukan untuk pemerintahan SBY di depan gedung DPRD Banyumas.

Ospek Revolusi 2011 FKIP
Ada pemandangan yang berbeda dalam  ospek Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Jumat (16/9) lalu. Pada penyelenggaraan ospek sebelumnya gemuruh suara mahasiswa baru terpusat di auditorium, sedangkan ospek kali ini, sebagian dari mereka  jalan ke pusat kota dan bersorak di depan gedung wakil rakyat. Bukan sedang lomba yel-yel kelompok, tetapi tengah melakukan aksi.
Aksi yang mengatas namakan Aliansi BEM Banyumas Raya ini terbilang mendadak. Pasalnya tidak ada sosialisasi ataupun edukasi sebelumnya baik ke mahasiswa baru maupun lembaga tingkatan prodi di FKIP. Menurut sekretaris panitia Ospek Visi Nurhayati, aksi atau demo tersebut merupakan permintaan dari DEMA FKIP pada saat berlangsungnya Ospek. Ketika ditanya terkait perencanaan aksi, mahasiswa PGSD semster 3 ini tidak berani memberikan keterangan.
“Saya baru sampai di alun-alun (tempat aksi -red) dan baru mengetahui adanya aksi,” tutur sekretaris Steering Committee (SC) Allif Nofiyani. Perlu diketahui bahwa SC merupakan konseptor sebuah acara, namun  kenyataannya tidak mengetahui bahkan
Continue reading →
Rabu, 08 Juni 2011

PEMILU GUBERNUR BEM FKIP DIANGGAP PREMATUR

0 komentar
Akhirnya, Gubernur BEM FKIP yang baru telah terpilih. Melalui pemilihan langsung, mahasiswa FKIP telah menentukan siapa yang menjadi pemimpinnya. Namun, proses demokrasi yang berlangsung cepat ini masih menyisakan persoalan.

            Tepatnya Senin (6/6) malam di depan sekretariat BEM FKIP telah dilaksanakan perhitungan suara hasil dari pemilihan Gubernur BEM. Febri Yatmiko mahasiswa PGSD semester 4 memenangkan perolehan suara. Dari 1080 pemilih, Febri Yatmiko mendapat 603 suara dan Alfian 441 suara. 29 suara tidaksah sementara 7 suara abstain.  
            Perhitungan suara tersebut berjalan dengan lancar, namun jika melihat proses sebelumnya ketika pemilihan berlangsung masih dijumpai beberapa persoalan. Persoalan pertama yang masih menjadi PR yaitu masih rendahnya jumlah pemilih yang ikut berpartisipasi dalam pemilihan tersebut. Dari 3385 total mahasiswa aktif FKIP hanya 1080 yang memberikan suara. Persoalan selanjutnya yaitu ketidakkonsistennya KPU dalam menjalankan aturan yang berbeda di setiap TPS, dan Tidak diperkenankannya mahasiswa angkatan 2006  ke bawah untuk memilih. Serta adanya indikasi kecurangan dengan menggelembungkan suara.
            Dari keempat TPS tersebut ada yang memperbolehkan mereka memilih tanpa memperlihatkan kartu
Continue reading →
Senin, 26 Januari 2009

KOPMA UMP Bangkit Dari Kehancuran

1 komentar


KOPMA UMP
Bangkit Dari Kehancuran
Sekitar tahun 1995 koperasi mahasiswa “LEBAH” UMP mengalami masa kejayaaan. Hal itu dapat dilihat dari asset yang dimiliki KOPMA saat itu yakni, took, wartel dan mini market . Fungsi koperasi sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dalam bidang kewirausahaan dapat terlaksana dan tercapai dengan maksimal. Namun masa-masa kejayaan tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar tahun 1997-2003 koperasi mahasiswa (KOPMA) UMP mengalami kemunduran, bahkan kehancuran.
Hal itu diakui oleh ketua KOPMA “Lebah” periode 2007-2008 Hendri Siswanto. Menurutnya, KOPMA sempat mengalami masa kejayaan dengan banyak memiliki unit usaha. Namun hal itu tidak berlangsung lama, karena ada oknum yang melakukan penyelewengan dana. “Hal inilah yang menyebabkan KOPMA hancur dan tidak mendapat kepercayaan dari berbagai pihak, terutama dari birokrasi,” katanya.
Pada masa-masa tersebut menurut mahasiswa Bahasa Inggris ini, semua program tidak dapat berjalan. Untuk menumbuhkan kepercayaan dari pihak birokrasi, para pengurus kopma melakukan beberapa hal, salah satunya adalah berusaha memberikan yang terbaik dengan keihlasan, membangun komitmen diantara anggota serta melakukan koordinasi dengan BEM.
Baru setelah tahun 2005, PR III UMP Drs Banani Makmur dinilai oleh pengurus KOPMA mempunyai itikad baik untuk membangun dan membangkitkan kembali kopma “LEBAH” UMP. Mengutip kalimat PR III, Hendri mengatakan, koperasi merupakan wadah untuk belajar bagi mahasiswa dalam berorganisasi terutama dibidang kewirausahaan, sehingga penting untuk menghidupkan kembali kopma “LEBAH” UMP
Itikad PR III tersebut diwujudkan dalam bentuk tindakan riil seperti, mengadakan berbagai pertemuan dan pelatihan; membangun sistem yang baru, dan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap Kopma. “Pak Banani berharap agar kopma dapat berjalan dengan baik dan dapat mencapai kejayaan seperti dulu, pengurusnya dapat bersikap amanah dan tanggung jawab, dapat melakukan kerjasama antar anggota serta pengawasan dapat berjalan dengan maksimal,” kata Hendri mengutip kalimat PR III.
Sementara itu, PR III Drs Banani Ma’mur mengungkapkan, Kopma mengalami kehancuran karena ada salah satu oknum Kopma yang tidak amanah dan tidak bertanggung jawab, disamping pengawasan yang lemah dari dari kampus. Oknum tersebut menurut Banani adalah mahasiswi dari prodi Matematika yang pada waktu itu duduk disemester akhir.
“Setelah kejadian penyelewengan dana oleh oknum tersebut, pihak kampus bersikap lebih hati-hati dan mawas diri agar kejadian tidak terulang kembali,”katanya. Langkah ini dilakukan agar Kopma dapat bangkit dari kehuncuran serta dapat memetik himah dari kejadian tersebut. ( Litsa & Kaniyah Bhas )
Continue reading →

Labels