ALT_IMG

Lomba Karya Jurnalistik Se BARLINGMASCAKEB

LPM BHASKARA Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan Lomba Karya jurnalistik Untuk Pelajar Se Barlingmascakeb dengan tema Buramnya Pendidikan Di Negriku.Download Formulir dan Ketentuan Lomba.

ALT_IMG

Adat Istiadat Perlu Berjalan Berdampingan Dengn Aqidah Islam

Awan mendung menyelimuti langit Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), rintik hujan mulai membasahi gedung-gedung mewah kampus biru. Pada saat yang bersamaan, tampak mahasiswa lalu lalang menuju lantai tiga di gedung PKM yang belum genap dua tahun dibangun itu.Selengkapnya..

Alt img

Pengelolaan Hotspot Belum Maksimal

Hotspot yang akhir-akhir ini menjadi popular, karena kemudahan dan keefektifannya membuat hotspot digemari para pecinta dunia maya. Universitas Muhammadiyah Purwekerto (UMP) merupakan salah satu yang menggunakan teknologi hotspot.Selengkapnya...

ALT_IMG

Buruknya Konsolidasi, Kesebelasan BEM Mundur

Belum genap satu periode kepengurusan, para pentolan Lembaga Tinggi sudah mulai meninggalkan kursi jabatannya. Terbukti dengan mundurnya 11 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2012/2013 yang digadang-gadang sebagai ujung tombak penampung aspirasi mahasiswa. Selengkapnya...

ALT_IMG

Pemimpin Oh Pemimpin

Dengan air mata ini... Ku berharap kepadamu... Pemimpin... Selengkapnya...

Rabu, 06 Januari 2016

Minim Sosialisasi, Pesta Demokrasi Fakultas Teknik Sepi

0 komentar


            Bhaskara – Rangakaian Pesta Demokarasi yang tengah dihelat Fakultas Teknik (FT) hanya diisi segelintir mahasiswa saja. Seperti yang terjadi pada sesi debat calon Gubernur Fakultas Teknik yang dilakukan pada Senin (4/1) hanya dihadiri oleh 80 mahasiswa dari 977 mahasiswa Tenik yang tercatat di UMP.
Lesunya iklim demokrasi tersebut, disinyalir karena minimnya sosialisasi yang dilakukan pihak KPU terkait seluruh jadwal rangkaian pemilu rayanya FT.  Ketua KPU FT Dimas Anuggrah Adibrata mengakui pihaknya hanya memanfaatkan media sosial, tidak dalam bentuk surut untuk lembaga-lembaga maupun mahasiswa lainnya. Selain itu, pihaknya hanya melakukan sosialisasi melalui sistem “door to door” ke kelas-kelas saja. Setelah itu, pihak KPUM menyerahkan selurunya ke masing-masing calon dan tim suksesnya.
            “Kami sebenarnya kekurangan personil dalam menjalankan tugas sebagai KPU, karena keseluruhan tim kita hanya delapan orang saja. Sosialisasi yang kami lakukan dengan memperkenalkan calon-calon Gubernur ke setiap kelas dan tata cara pencoblosan nantinya, “ kata Dimas pada reporter Bhaskara kemarin.
Salah satu mahasiswa prodi Teknik Informatika semester lima, Muhammad Iqbal Husen, menyayangkan tidak menyeluruhnya informasi pelaksanaan debat calon Gubernur FT. Ia termasuk salah satu mahasiswa yang sebenarnya ingin mengikuti acara tersebut namun gagal karena tidak mengetahui jadwal pelaksanaannya.
“Saya tidak mendengar informasi tentang kapan acara debat itu dilaksanakan. Sebenarnya saya ingin ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, ini adalah kerugian yang fatal. Karena jika mahasiswa yang tidak ikut dalam acara debat calon gubernur tidak dapat menilai kandidat lebih dalam, tidak dapat menjadi mahasiswa yang cerdas dalam memilih dan mempunyai landasan yang kuat” katanya
Menanggapi hal tersebut, Presiden BEM U, Bayu Prayoga, mengungkapkan kekecewaannya perihal  minimnya antusiasme kehadiran peserta debat calon Gubernur FT. Ia menyarankan, mengingat pentingnya acara tersebut seharusnya pemilihan waktu penyelenggaraan juga patut dipertimbangkan sehingga meminimalisir banyaknya absensi peserta.
“Ini mengecewakan. Karena dari jumlah mahasiswa FT yang hadir sangat sedikit. Menurut saya, panitia tidak boleh memilih waktu pelaksanaannya dengan sembarangan, seharusnya mereka membuat acara ini di pagi hari atau siang hari, saat sedang ramai-ramainya mahasiswa di kampus, sehingga semua mahasiswa yang akan menggunakan hak suaranya dapat menilai kandidat-kandidat yang akan menjadi gubernur mereka nantiya,” ujar Bayu kepada Bhaskara. (Bhas_oki,erlinda,ayuna,ismi)
 

Continue reading →

Fakultas Teknik Gelar Debat Calon Gubernur

0 komentar


Bhaskara - Gelaran pemilihan calon Gubernur Teknik kini telah masuk ke tahap pemaparan visi misi. Hajat terbesar Fakultas Teknik telah dilaksanakan pada Senin (4/1) pukul 16.00 WIB bertempat di Gedung Teknik lantai satu. Setelah KPU membuka acara, proses pemaparan visi misi langsung dilaksanakan oleh para calon kandidat gubernur BEM Teknik. Kandidat terdiri dari tiga calon, yang pertama mahasiswa Teknik Sipil semester 5 Perhat Rakajaya, kedua mahasiswa Teknik Sipil semester 5 Wahlul Sodikin dan Ketiga mahasisawa Teknik Informatika semester 5 Muhammad Fariz Nazamudin.

Pemaparan visi misi dari ketiga calon kandidat tersebut, lebih dominan pada permasalahan internal. Seperti yang disampaikan oleh kandidat pertama Perhat, menurutnya kesadaran akan sikap kekeluargaan, potensi sumber daya dan karakteristik mahasiswa Teknik perlu lebih ditingkatkan. Kandidat yang kedua Wahlul, menekankan pada perubahan karakter mahasiswa teknik yang diharapkan mempunyai rasa keharmonisan, elegan dan bermartabat tinggi. Sedangkan dari kandidat yang ketiga Fariz, mengungkapkan bahwa di Fakultas Teknik belum dapat merealisasikan sumpah mahasiswa secara nyata dan menurutnya hal ini harus jadi perhatian yang lebih utama. Dia juga menambahkan bahwa mahasiswa jangan hanya kritis dalam masalah internal saja tapi, juga harus kritis terhadap masalah kampus bila perlu sampai pemerintahan Indonesia. 

Saat proses pemaparan berlangsung terlihat sedikit ketidaksiapan dari salah satu calon kandidat. Seperti yang dikatakan  Almer Aldrin Mahasiswa Teknik sipil semester 1. “Saya perhatikan saat pemaparan visi misi, ada salah satu kandidat yang masih belum hafal  visi misinya sendiri, menurut saya, itu bisa dikatakan bahwa si calon kandidat itu belum siap,” ujarnya.

Setelah pemaparan visi misi selesai, dilanjutkan sesi tanya jawab antara kandidat dan peserta yang hadir. Pada acara tersebut, banyak mahasiswa yang menginginkan untuk bertanya kepada kandidat. Namun, panitia membatasi hanya enam penanya untuk pertanyaan umum dan 6 penanya untuk pertanyaan khusus. Hal ini dikeluhkan oleh Ali Imron mahasiswa teknik sipil semester 5 karena  menurutnya dari beberapa pertanyaan yang dilemparkan oleh peserta kepada calon kandidat tidak dijawab secara maksimal. “ Saya merasa jawaban dari para calon kandidat kurang memuaskan,” kata Ali.

Ali juga menyayangkan kinerja dari KPU yang kurang mengkondisikan peserta. Dari peserta yang hanya sekitar seratus tersisa menjadi setengahnya setelah di jeda 15 menit untuk shalat magrib. “Seharusnya KPU menyelenggarakan acara ini lebih awal, “ungkapnya.

Presiden BEM U, Bayu Prayoga, ia merasa kecewa melihat acara yang kurang kondusif. Namun menurutnya, antusiasme mahasiswa teknik dalam acara keorganisasian terlihat meningkat dibanding tahun lalu. “Mungkin sekitar 10% mahasiswa teknik telah menghadiri acara ini. Memang ada rasa kecewa tapi antusiasme mereka saya rasa sudah ada peningkatan dari sebelumnya” ungkapnya. (Bhas_Bayu,Sofa,Lita)
Continue reading →
Jumat, 11 Desember 2015

Peran Mahasiswa Terkendala Peraturan - Terkait Pemilihan Dekan Fakultas Ekonomi

0 komentar

Bhas_doc
BHASKARA - Ahmad Darmawan jadi calon tunggal pengganti Dekan Fakultas Ekonomi, Iwan Fakhrudin. Sayangnya, peran mahasiswa belum diikutkan dalam proses pemilihannya. Suara mahasiswa terkesan dianggap sebelah mata. Pihak fakultas beralasan belum ada peraturan yang mengakomodir. Padahal, mahasiswalah yang nantinya akan merasakan dampak kebijakan dari Dekanat secara langsung

Menurut Agung Handoko, mahasiswa Prodi Menejemen semester 7, seharusnya ada perwakilan-perwakilan mahasiswa yang ikut dalam pelaksanaan pemilihan Dekan. “Hak mahasiswa harus dianggap karena Mahasiswa selaku rakyat Ekonomi. Setidaknya diwakili BEM fakultas ekonomi, yang terlebih dahulu menampung aspirasi dari mahasiswa. Agar nantinya keinginan-keinginan mahasiswa dapat terakomodir,” ujar dia, Kamis (11/12) lalu.

            Sementara itu, Alang Wiyuda, mahasiswa Prodi Akuntasi semester 5 menyatakan, keterlibatan mahasiswa harus ada dalam proses pemilihan pimpinannya. “Masa peran mahasiswa tidak ada. Meski diperaturannya belum ada, kan tinggal dibikin aja. Kalau pihak fakultas serius mengakomodir peran mahasiswa, ya tinggal dibuat,” katanya.

            Asas demokrasi belum terlihat di civitas akademika UMP, dalam setiap proses pemilihan pimpinan universitas maupun fakultas. Pasalnya, peran mahasiswa belum dimasukkan dalam peran sentral proses pemilihannya. Sejauh ini proses pemilihan di tingkat fakultas dan universitas, hanya dari Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, dan perwakilan dosen.

            Ketua DEMA Fakultas Ekonomi, Mohammad Yopie mengatakan, mahasiswa itu rakyat. Tentu rakyat memiliki hak untuk memilih pimpinannya. Menurutnya, permasalahan terkait peraturan belum ada yang mengatur, harus segera direalisasikan, supaya mahasiswa mempunyai peran.

“Tidak tahu  kenapa mahasiswa tidak diikutsertakan dalam pemilihan Dekan, rule itu adalah kebijakan pusat (Rektorat). Mahasiswa harus ikut disertakan karena mahasiswa adalah bagian atau rakyat yang akan dibimbing dan dipimpin oleh dekan,” kata dia.
            Terkait adanya peran mahasiswa dalam proses pemilihan dekan juga dinilai perlu oleh gubenur bem ekonomi Dwita Aliniar. “Ya memang perlu adanya suara mahasiswa ekonomi terkait pemilihan dekan,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Dekan Ekonomi Iwan Fakhrudin menyatakan, proses pemilihan calon dekan dimusyawarahkan sesuai aturan. Dalam proses pemilihan dekan, dibutuhkan senat yang terdiri dari Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, dan Perwakilan Dosen, untuk turut memilih.
“Semua dosen yang memenuhi syarat diberikan surat yang isinya kesediannya dan tidak kesediannya untuk menjadi kandidat dalam proses pemilihan calon dekan. Proses pemilihan calon dekan melalui musyawarah, untuk mahasiswa belum diikutsertakan, karena semuanya mempunyai porsi sendiri-sendiri. Di samping itu, juga belum ada aturannya mahasiswa ikut memilih,” paparnya. (Bhas_Jaka,Deki,Oki)
Continue reading →
Sabtu, 23 Mei 2015

Rahmat: Penentuan Nomor Urut Capres dan Cawapresma Berlangsung Kondusif

0 komentar
Proses pengambilan nomor urut calon Presma.Bhas_doc.
Bhaskara_Tahapan ketiga dalam proses Pemilwa telah terlaksanakan. Ini dimulai dari tahap pendaftaran bakal calon, disusul dengan tahap screening sampai tahap ketiga, yaitu  pengambilan nomoe urut calon Presma dan calon wakil presiden mahasiswa, yang dilaksanakan  kemaren Jum’at (22/5) di gedung PKM lantai tiga. Proses pengambilan nomor urut calon  disaksikan oleh sejumlah Lembaga serta Panitia KPU.
Dalam proses pengambilan nomor urut ini, Ketua Panitia KPU mempersilahkan, bagi masing-masing bakal calon untuk ke depan, mengambil undian yang sudah disiapkan oleh Panitia. Setelah masing-masing calon Presma mengambil undian dan dibuka di depan seluruh tamu undangan. Pasangan calon Presma Eko Febrianto dan Tutut Rusliyanto mendaptkan nomor satu dan pasangan Bayu Prayoga dan Egi Delilana menempati urutan nomor dua.
Pasangan yang menempati nomor urut satu Eko Febrianto, saat dimintai tanggapannya, mengatakan sangat bersyukur, karena hasilnya seperti yang diharapkan, yaitu mendapatkan nomor urut satu.
“Akhirnya tepat seperti ekspetasi saya, dengan harapan mendapatkan nomor satu ternyata terwujud. Semoga ini bisa membuat saya percaya diri dan mendapatkan hasil yang terbaik,” ungkap Eko.
Berbeda dengan  Eko, calon Presma yang mendapatkan nomor urut dua, Bayu Prayoga mengatakan  merasa biasa saja, karena dirinya menganggap ini tidak lebih hanya nomor urutan saja.“Nomor urut itu kan hanya simbol saja, yang  lebih penting bagaimana kualitas dan hasilnya  nanti, itu yang lebih menentukan bukan nomor urut, “ kata Bayu.
Tekait hal ini,  Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Rahmat Dwi Nugroho, menuturkan merasa lega, karena tahap ketiga dari proses Pemilwa ini sudah terlaksanakan dengan kondusif serta disaksikan oleh kawan-kawan Lembaga di KM UMP.
“Akhirnya tahap ini selesai, tinggal berlanjut tahap selanjutnya. Setelah ini kampanye, semoga jalannya kampanye besok dapat berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu, kedua calon dapat bersaing dengan sportif,”  kata Rahmat. (Bhas_Wij)
Continue reading →
Rabu, 13 Mei 2015

Sistem Baru Perebutan Dana Kompetisi

0 komentar
Illustrator by Fery Hertanto
Bhaskara Bertempat di gedung PKM Lantai tiga senin (11/5) Badan Keuangan Mahasiswa (BKM) telah laksanakan laporan keuangan lembaga dalam sidang triwulan jilid tiga. Salah satu hasil sidang tersebut ialah tersedianya dana segar sebesar Rp. 115.334.250,- terhitung per Mei yang siap diperebutkan oleh seluruh lembaga di KM UMP.  Ada yang berbeda pada agenda triwulan kali ini, BKM tawarkan sistem baru terkait pengelolaan dana kompetisi periode 2015.
            Sistem baru yang ditawarkan BKM memiliki dua tahapan yaitu satu, tahap periodesasi proposal masuk setiap seminggu sekali, Mulai dari tanggal 15 mei sampai akhir juli. Tahap kedua yaitu pemaparan. Setelah proposal masuk, setiap lembaga tersebut wajib mempresentasikan, tujuan dari proposalnya masing-masing untuk ditimbang dan dinyatakan lolos.
“Kami meminta proposal yang masuk dipresentasikan terlebih dahulu oleh masing – masing lembaga. Dari presentasi yang diberikan, kami jadi tahu mana kegiatan yang berkualitas dan bersifat urgent. Sehingga kami berharap dana kompetisi yang diberikan tepat guna”, ungkap Wakil Direktur BKM, Bayu Prayoga.
Terkait dengan sistem baru tersebut, Ketua Teater Perisai, Adityanang Prio Laksono melihat hal ini cukup bagus. Dengan system ini otomatis, proposal yang lolos benar-benar mempunyai kegiatan yang berkualitas.
“ Saya setuju dengan sistem baru ini, dan harapan saya ini dapat dijalankan sesuai dengan sebagimana mestinya”, ungkap Adit.
Ditemui ditempat lain, Ketua HMPS PBSI, Ahmad Sofian Robbani, mengharapkan. Jangan sampai ada kecurangan apapun yang melatarbelakangi lolosnya proposal.
“Dana kompetisi dapat menjadi penyemangat lembaga untuk berkegiatan dan mendapatkan dana. Sehingga BKM harus jeli dan teliti memilih kegiatan mana yang memang penting dan bermutu. Pada pemaparan proposal nanti, BKM kan menjadi eksekutor terakhir dalam penentu diterima atau tidaknya proposal itu, maka dengan ini semoga BKM bisa sportive, menjaga sikap jujur dan tidak berpihak pada siapapun”, kata Bani. (Bhas_Wij)
Continue reading →
Selasa, 12 Mei 2015

Diduga Kinerja KPUM Rentan Molor, DEMA Merestuinya

0 komentar
Foto Istimewa.doc
Bhaskara– (12/5) Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) bergerak lamban menjalankan tugasnya. Paska pembentukan KPU (14/4) hingga berita ini turun, KPU baru memberikan persyaratan bakal calon Presiden Mahasiswa senin malam (11/5). Publikasi pelaksanaan pemilihan umum mahasiswa (PEMILWA) direncanakan baru dilakukan di akhir bulan Mei ini, namun belum ada kepastian yang paten untuk publikasi tersebut. Meskipun demikian DEMA selaku pengawas tidak mempersoalkan keadaan kinerja KPU. Seperti yang diungkapkan ketua KPU, Rahmat Dwi Nugroho.
“Tanggal 27 Mei 2015 itu merupakan patokan pelaksanaan Pemilwa, namun belum ada kepastian. Tanggal pelaksanaan masih bisa mundur, ini tidak masalah, dari DEMA tidak mempersoalkan apabila ada kemunduran PEMILWA,” Ujar Ketua KPU, Rahmat saat ditemui Bhaskara.
Kejelasan PEMILWA KM UMP yang belum dipatenkan, membuat seluruh elemen mahasiswa tidak mengetahui kapan tahapan PEMILWA tepatnya akan dimulai dan akan berakhir. Menurut mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Nur Abdul Ilah Najih, dirinya hanya mengetahui KPU telah dibentuk, namun mengenai penjadwalan PEMILWA belum diketahuinya sama sekali.
“Saya belum tahu kapan akan dilaksanakan Pemilwa, hanya mendengar KPU sudah dibentuk. Ini keadaan yang memprihatinkan dan perlu segera diperbaiki.,”  Katanya.
Terkait keadaan tersebut Ketua UKM Mapala Satria, Bangun Rizki menuturkan sebagai lembaga yang membawahi dan berwenang mengawasi kinerja KPU, DEMA dituntut berperan aktif dan tegas dalam mengontrol jalannya PEMILWA. “KPU yang bekerja lamban, seharusnya ditegur dan ditindak tegas oleh DEMA selaku lembaga yang memiliki jalur komando terhadapnya”. Ujar Bangun.
Sampai berita ini diturunkan Ketua DEMA, Rya Dwi Aditya memilih diam saat dikonfirmasi Bhaskara. ( Dila_Bhas)
Continue reading →

Apa Kabar Jomblo-Jomblo UMP?

0 komentar
Sudah hampir satu tahun student government di UMP hampa tanpa adanya seorang Presiden BEM. Kehadiran Presiden BEM sangatlah penting, karena melalui Presidenlah, keresahan tentang suka duka kebijakan yang dirasakan oleh mahasiswa dapat tersampaikan. Sama halnya seperti para jomblo,  tanpa kekasih mereka tidak bisa cerita tentang keluh kesah kehidupannya. Kasihan sekali kan para jomblo - jomblo kampus ini.
Akibat adanya kekosongan kursi UMP satu ini praktis mahasiswa kehilangan sosok yang minimal bisa menjadi tempat curhatnya. Mahasiswa kebingungan untuk bercerita dan mengeluarkan aspirasi kepada siapa ketika mereka punya masalah tentang kampusnya. Baik masalah dengan para dosen ataupun kebijakan kampus yang dirasa memberatkan bagi mereka.
Seperti halnya gebetan yang menempati posisi utama dihati para jomblo, Presiden juga diposisikan sebagai penguasa tertinggi badan eksekutif. Presiden telah diposisikan sebagai sosok pelindung mahasiswa dari kebijakan yang terkadang dikeluarkan seenak jidat sendiri oleh para pemangku kebijakan.
            Masa peralihan antara presiden yang dulu dan sekarang seharusnya tidak berlangsung lama seperti telenovela (bertele-tele), ini seolah-olah student government tidak bisa move on dari masa kepresidenan yang lalu. Padahal kegalauan mahasiswa mesti segera diselesaikan.
DEMA Universitas sebagai lembaga legislatif sekaligus yudikatif menjadi salah satu juru kunci bagi mahasiswa untuk menemukan sosok yang akan menjadi Presiden melalui tahap Pemilihan Umum Mahasiswa. Mengingat urgenitas terkait jabatan Presiden yang kosong.
Sekarang, Komisi pemilihan Umum telah dibuat, seharusnya mampu memberikan secercah harapan bagi mahasiswa untuk segera mendapatkan kekasihnya, bahwa sebentar lagi mereka akan memiliki Presiden, artinya mahasiswa selesai status  jomblo .
Namun, nasib para jomblo menjadi PHP ( penerima harapan palsu ), mungkin akan dialami pula oleh mahasiswa. Pasalnya kehadiran KPU yang digadang-gadang sebagai angin segar ternyata kurang greget dalam menjalankan tugasnya. Dengan sisa waktu yang sedikit, KPU hendaknya melakukan gerakan yang lebih masif atau bahkan membuat gebrakan baru agar pemilihan Presiden segera dilaksanakan.
Bagai sayur tanpa garam, bagai jomblo tanpa pacar, bagai kehilangan belahan jiwa. Kinerja lembaga tinggi tidak akan maksimal jika ketiga unsur ada yang belum ada. Tidak ada lembaga yang tertinggi dalam student goverment. DEMA U, BEM U, dan BKM adalah tiga unsur yang masing-masing memiliki tempat istimewa di lembaga dan di hati mahasiswa.
Untuk itu, kesegeraan adanya pemilihan Presiden adalah harapan bagi para jomblo (mahasiswa) UMP. Namun bukan berarti karena terlalu lama menjomblo, kita memilih pacar (Presisiden) yang asal-asalan alias abal-abal. Kita harus memilih Presiden yang berjuang atas nama mahasiswa bukan atas nama kepentingan kelompok atau atas nama golongan untuk menguasai! Alias Presiden titipan, sehingga mahasiswa menjadi kekasih yang sebenar-benarnya bagi Presiden.
Oke,sampai disini dulu ya tulisan saya kali ini untuk jomblowan dan jomblowati Keluarga Mahasiswa (KM) UMP. semoga kita lekas mendapatkan pacar yang layak, berkualitas,  teruji, unggulan dan tidak memiliki banyak rapot hitam. Untuk menutup tulisan yang pendek ini, mari kita berdoa dan berusaha memilih yang selektif. “Dari mahasiswa untuk mahasiswa, dari KM untuk KM, demi kemajuan KM bukan kehancuran KM.(Bhas)
Continue reading →

Labels