ALT_IMG

Lomba Karya Jurnalistik Se BARLINGMASCAKEB

LPM BHASKARA Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan Lomba Karya jurnalistik Untuk Pelajar Se Barlingmascakeb dengan tema Buramnya Pendidikan Di Negriku.Download Formulir dan Ketentuan Lomba.

ALT_IMG

Adat Istiadat Perlu Berjalan Berdampingan Dengn Aqidah Islam

Awan mendung menyelimuti langit Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), rintik hujan mulai membasahi gedung-gedung mewah kampus biru. Pada saat yang bersamaan, tampak mahasiswa lalu lalang menuju lantai tiga di gedung PKM yang belum genap dua tahun dibangun itu.Selengkapnya..

Alt img

Pengelolaan Hotspot Belum Maksimal

Hotspot yang akhir-akhir ini menjadi popular, karena kemudahan dan keefektifannya membuat hotspot digemari para pecinta dunia maya. Universitas Muhammadiyah Purwekerto (UMP) merupakan salah satu yang menggunakan teknologi hotspot.Selengkapnya...

ALT_IMG

Buruknya Konsolidasi, Kesebelasan BEM Mundur

Belum genap satu periode kepengurusan, para pentolan Lembaga Tinggi sudah mulai meninggalkan kursi jabatannya. Terbukti dengan mundurnya 11 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2012/2013 yang digadang-gadang sebagai ujung tombak penampung aspirasi mahasiswa. Selengkapnya...

ALT_IMG

Pemimpin Oh Pemimpin

Dengan air mata ini... Ku berharap kepadamu... Pemimpin... Selengkapnya...

Senin, 03 Maret 2014

Peserta Turun, Himatika Was-was Kurang Dana

1 komentar
Peserta Turun, Himatika Was-was Kurang Dana
            Nampak segelitir peserta tengah mengerjakan soal lomba           (Bhas_doc)            

Bhaskara online_ Hajatan akbar tahunan lomba matematika tingkat pelajar Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) UMP kembali digelar. Agenda Himatika ke-25 ini, dilaksanakan Minggu (2/3). Peserta tahun ini turun sekitar 30%, menjadi hanya 321 peserta. Padahal, tahun lalu ada 477 peserta. Ini menjadikan panitia lomba khawatir dana operasional kurang.
“Tahun ini memang jumlah peserta turun. Padahal kami sudah berusaha semaksimal mungkin mengenai hal ini. Kami sudah publikasi mengenai perlombaan ini secara maksimal, dari mulai web, facebook, twetter, radio bahkan sampai mengirim surat tembusan pada dinas pendidikan seluruh kota seluruh di Indonesia sebanyak 68. Selain itu pihaknya juga dibantu dinas pendidikan Nanggroe Aceh Darusalam dengan dibuatkan web khusus untuk publikasi disana. Tapi kalau seandainya adanya kekurangan dana. Masa iya sih universitas tidak membantu. Kami berkegiatan saja juga sudah mengeluarkan tenaga, pikiran, uang pribadi dan lain sebagainya.” ungkap Ketua Panitia Lomba, Aziz Fathurohman, kemarin (2/3) kepada Bhaskara.
Di hungungi terpisah, Kaprodi Matematika, Erni mengakui adanya penurunan jumlah peserta lomba. Menurut dia penurun peserta yang drastis ada di peserta lomba tingkat SD. Namun dia belum bisa memberikan pernyataan jelas terkait kemungkinan adanya kekurangan dana perlombaan. Karena menurutnya, dia belum mengetahui perincian dana keseluruhan.
“Pengadaan lomba tahun ini memang jumlahn pesertanya turun, tapi jumlah peserta yang tidak ikut, banyak di tingkatan SD. Tapi, saya belum bisa memberikan keterangan yang jelas mengenai kemungkinan kekurangan dana perlombaan, karena saya belum tahu perincian dana secara total. Namun, semoga perlombaan berikutnya bisa lebih baik lagi. Karena memang skala nasional ini baru, atas permintaan wakil rektor tiga bidang  kemahasiswaan,” ujar Erni.
Di sisi lain, panitia memang telah memperluas taraf lomba. Dari sebelumnya yang hanya tingkat Jateng dan DIY, untuk tahun ini menjadi taraf nasional. Ini selaras dengan harapan panitia, terkait jumlah peserta lomba yang mencapai 2000 peserta. Namun, jumlah peserta yang hadir, justru jauh dari harapan. Menurut Ketua HIMATIKA, Taufik Fauzan. Dia menuturkan minimnya peserta, karena adanya perlombaan yang sama, dan pemilihan waktu lomba yang tidak tepat.
“Perlombaan serupa di tingkat Banjarnegara Purbalingga Banyumas Cilacap dan Kebumen (BARLINGMASCAKEB) yang diadakan pada tahun ini oleh berbagai elemen lembaga dan waktu pelaksanaan lomba kurang tepat untuk para peserta lomba yang tak lain adalah pelajar, kebanyakan sekolah baik SD, SMP maupun SMA tidak mengirim delegasi  untuk perlombaan dikarenakan sudah sibuk mempersiapkan Ujian Nasional (UNAS),” tuturnya. (Bhas_Vri)
Continue reading →
Minggu, 02 Maret 2014

Taman UMP Kurang Perawatan

1 komentar

Taman UMP Kurang Perawatan
Sampah terlihat menggenangi kolam di taman  UMP                     (Bhas_doc)
            BHASKARA - UMP tengah mempermanis wajahnya dengan membangun sejumlah gedung dan taman. Sayang, pembangunan itu tidak diselaraskan dengan adanya perawatan. Seperti terbengkalainya taman UMP sebelah Fakultas Ekonomi, padahal baru berumur tiga tahun. Hal tersebut, dapat dilihat kubangan air kolam yang berwarna hijau berlumut. Bahkan sampah plastik sisa bungkus makanan, botol minuman dan batang kangkung menumpuk di sekitar kolam.
            "Kolamnya keliatan nggak terurus ya, padahal kan kalo dirawat bakal bikin nyaman,dan memperindah suasana," ungkap mahasiswa Fakultas Teknik semester dua, Endang Wibiana, kemarin (1/2) kepada LPM Bhaskara.
            Senada dengan Endang, mahasiswa PBSI, Gilang Volyantini. Dia mengatakan kolam seharusnya dapat dimaksimalkan penggunaannya. Menurutnya, apabila dapat dimanfaatkan dengan benar, kolam tersebut menjadi tempat yang menyenangkan bagi civitas akademika UMP.
            "Jika kolam tersebut untuk memperindah UMP, seharusnya dirawat dengan baik, agar bisa difungsikan sebagaimana mestinya," katanya.
            Saat dikonfirmasi perihal persoalan tersebut, Kepala Rumah Tangga UMP, Adhi Nugroho mengakui adanya kelalaian untuk merawat taman tersebut. Namun, dia berdalih terkait pembersihan di seluruh lingkungan UMP, sebenarnya dilaksanakan secara rutin dan terjadwal. Menurutnya kelalaian tersebut dikarenakan padatnya jadwal kegiatan di UMP sendiri.
            "Kami mengakui bahwa dari pihak kami melalaikan kolam itu. Padahal, sebenarnya pembersihan itu dilaksanakan secara rutin terjadwal, yaitu sekali dalam seminggu oleh petugas  K5 yang beranggotakan 10 orang. Akan tetapi dalam kurun waktu 3 bulan belakangan ini pihaknya tidak melaksanakanya. Ini karena, kami mendahulukan berbagai kegiatan yang diselenggarakan UMP seperti, NETS, atau pun kedatangan Prabowo beberapa waktu lalu yang membutuhkan banyak tenaga. Tapi, untuk rencana ke depan mengenai kolam itu, Pada pertengahan minggu depan pihaknya akan membersihkanya," dalihnya.
            Terpisah, Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Joko Purwanto menyatakan K5-lah yang bertanggung jawab untuk mengelola lingkungan UMP. Karena dia tidak mungkin untuk selalu mengawasi lingkungan setiap harinya. Oleh karena itu, keadaan sekarang seperti apa, dia tidak mengetahuinya.
"Sebagai pemimpin saya juga nggak mungkin setiap kali mengecek kesana. Dan keadaan sekarang ini saya tidak tahu,  karena sebenarnya yang bertanggung jawab akan hal ini ya bidang K5 tetapi mahasiswa juga harus ikut menjaganya agar kolam tetap dalam keadaan bersih,” ujarnya.
            Joko menambahkan, kolam di taman depan Fakultas Ekonomi sebenarnya untuk menampung air. Tapi dia juga tidak menampik kolam tersebut juga untuk memperindah UMP.
            "Sebenarnya tujuan utama dibangunkannya kolam ditengah taman itu bertujuan untuk penampungan air. Karena dikala musim hujan daerah belakang taman itu banjir sehingga dibuatlah kolam untuk penampungan air, selain itu juga untuk memperindah taman ketika duduk di taman bisa melihat kolam dan bisa sambil memancing karena ada ikannya," katanya. (Bhas_ven,wij,vri)

Continue reading →
Kamis, 27 Februari 2014

KRS Online Masih Bermasalah

2 komentar

Batas registrasi mahasiswa semester genap 2014 (Bhas_doc)
BHASKARA – Sistem KRS Online telah berjalan setahun lebih. Namun dalam pelaksanaannya masih sisakan permasalahan. Dari terbatasnya kuota pengentri, terlambatnya data entri mahasiswa ke sejumlah bank, yang bekerja sama dengan UMP, hingga belum keluarnya sejumlah nilai mahasiswa.
“PTIK lucu, pembatasan kuota yang dilakukan PTIK tidak memperhatikan jumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto sendiri, yang mencapai 8000 mahasiswa,” ungkap mahasiswa Pertanian Semester enam, Wendy Dimas Cahyadi, tadi (27/2) kepada Bhaskara.
Senada dengan Wendi, Mahasiswa Fakultas Ekonomi semester delapan, Ryan Priyanto juga menyayangkan adanya sejumlah permasalahan yang masih dialami mahasiswa, dalam mengakses KRS online, yang seharusnya dapat dibenahi dalam waktu setahun ini.
“KRS online sangat menyusahkan mahasiswa. Menunggu nilai dari dosen pun sudah lama ditambah menunda regristrasi, karena kuota untuk mengakses web KRS dibatasi. Mungkin server PTIK belum kuat untuk mengcover semua mahasiswa UMP yang akan regristrasi atau entry KRS,” ujar Ryan.
Hal itu pun diamini, mahasiswa PBSI semester empat, Arif Panggih Rahayu. Dia menyatakan sering kali kesulitan ketika harus mengakses web yang diperuntukkan untuk mengentri KRS tersebut.
“Saya susah log in untuk ngentri KRS. Bahkan ketika sudah mau membayar registrasi di bank, pihak bank tidak bisa melayaninya. Ini dikarenakan data dari UMP mengenai pembayaran registrasi belum masuk ke bank itu. Jadi saya harus konfirmasi ke sana-sini untuk mengurusnya. Padahal hari terakhir entri dan registrasi besok, hari Jum’at (28/2_red), sementara sekarang, sudah Kamis (27/2_red). Selain itu, ada nilai saya yang tidak keluar-keluar,” tandasnya.
Permasalahan tersebut juga dialami anggota Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra (HIMADIKSATRIA), Istnan Fauzan. Dia mengatakan  sistem KRS yang telah dirubah online setahun ini, belum efektif,  “KRS online seharusnya mempermudah mahasiswa untuk KRSan, bukan malah mempersulit. Ketika UMP memberlakukan sistem baru KRS online sudah sepantasnya siap dalam permasalahan yang sekiranya akan ditemui,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Pusat Tenik Informasi dan komunikasi (PTIK) UMP, Agung Purwo Wicaksono, berdalih permasalahan mahasiswa dalam mengakses KRS online dikarenakan salah prediksi penggunaan kuota pengguna KRS online.
“Ini dikarenakan kesalahan prediksi yang dilakukan kami. PTIK memperkiraan yang mengakses sistem KRS online hanya 100 sampai 300-an mahasiswa saja. Namun kenyataanya tidak demikian, mahasiswa yang mengakses web KRS online secara bersamaan melebihi 300 mahasiswa bahkan mencapai 1000 mahasiswa. PTIK baru akan mengadakan penjadwalan per program studi, dalam pengisian KRS online. Ini untuk mencegah membeludaknya jumlah mahasiswa yang mengakses web KRS online,” dalihnya.
Dihubungi via telepon, Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Drs.Joko Purwanto, M.Si, menyatakan belum bisa memberi kepastian terkait permasalahan KRS On line. Tapi dia akan mengkonfirmasi dulu ke PTIK. Setelah itu, baru akan dicari penyelesaiannya. (Ven, Ftw, Ev_Bhas)

Continue reading →
Kamis, 20 Februari 2014

SP Molor, MPM Harus Bertanggung Jawab

5 komentar

Seorang mahasiswa sedang mengunjungi sekretariat Lembaga Tinggi yang tidak berpenghuni (Ftw_doc) 
BHASKARA - Kosma sudah berlalu delapan bulan yang lalu. Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UMP hingga saat ini, belum melaksanakan Sidang Paripurna (SP). Padahal SP menjadi ajang mengevaluasi kinerja Lembaga Tinggi (LT). Ini tentunya menjadi tanda tanya besar, sudahkah MPM UMP bermanfaat bagi KM UMP ini?
“Sangat lucu memang, Apa yang sudah kita sepakati juga kita langgar. Kalian yang membuat kalian yang menghancurkan sendiri. Tidak adanya Sidang Paripurna I dan II dan evaluasi yang hanya menjadi satu kali akan menjadi PR yang banyak bagi BPK. Sebenarnya dari awal terbentuknya Lembaga Tinggi telah mementingkan egonya masing-masing.” ungkap Direktur Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Fuji Marsela Erlita, kemarin (19/2).
Menurut AD/ART  Kosma XII, seharusnya SP pertama jatuh pada November lalu, dan SP kedua dilaksanakan Februari ini. Kontan dampak dari ketidakjelasan penyelenggaraan SP berdampak bukan hanya di tataran LT, tapi juga turut dirasakan hingga lembaga di Fakultas dan Prodi.
            “ Dengan sistem yang sekarang ini sebenarnya DPM dan MPM masih belum mengerti apa yang menjadi tugas mereka. Sebagai pemimpin yang memimpin suatu lembaga seharusnya mereka mempertanggung jawabkan tugasnya terhadap Keluarga Mahasiswa (KM) UMP,” tutur Gubernur BEM Teknik, Prasetyo Adi Wibowo.
Terpisah, Koordinator Forum UKM, Adi Purnomo menegaskan ketidakpeduliannya terhadap lembaga tinggi karena ketidakpedulian mereka terhadap kinerjanya yang gagal. Bahkan terhadap kurangnya komunikasi yang terjadi diantara lembaga tinggi.
“Saya sih nggak peduli dengan Lembaga Tinggi. Karena merekapun nggak peduli sama kita. Kita telah ketahui bersama-sama bahwa Lembaga Tinggi telah gagal,” ujarnya.
MPM berdalih telah melakukan koordinasi di antara anggota MPM, terkait pelaksanaan SP yang terkatung-katung hingga sekarang, “Saya sudah berusaha mengingatkan berkali-kali, berkoordinasi berkali-kali. Tapi karena saya bawahan ya menunggu eksekutor ketuanya (MPM-red)” ungkap Sekjen MPM, Agus.
Sedangkan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Husnu T. Abadi saat dikonfirmasi Bhakara via Telpon berkali-kali tidak mengangkat dan melalui pesan singkat pun tidak membalas. Padahal DPM mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan AD/RT, sebagai pengawas lurusnya konstitusi di KM.
Ketidakseriusan penyelenggaraan SP ini, membuat Presiden BEM UMP geram. Dia meminta keseriusan dan kesadaran MPM dan DPM dalam melaksanakan kinerja mereka selaku Lembaga Tinggi.
“Saya dengan tegas meminta komitmen MPM dan DPM sebagai Lembaga Tinggi. Mereka seharusnya serius dan sadar terhadap kinerjanya,” tandasnya. (Ftw_Bhas)

Continue reading →

Labels