ALT_IMG

Lomba Karya Jurnalistik Se BARLINGMASCAKEB

LPM BHASKARA Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan Lomba Karya jurnalistik Untuk Pelajar Se Barlingmascakeb dengan tema Buramnya Pendidikan Di Negriku.Download Formulir dan Ketentuan Lomba.

ALT_IMG

Adat Istiadat Perlu Berjalan Berdampingan Dengn Aqidah Islam

Awan mendung menyelimuti langit Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), rintik hujan mulai membasahi gedung-gedung mewah kampus biru. Pada saat yang bersamaan, tampak mahasiswa lalu lalang menuju lantai tiga di gedung PKM yang belum genap dua tahun dibangun itu.Selengkapnya..

Alt img

Pengelolaan Hotspot Belum Maksimal

Hotspot yang akhir-akhir ini menjadi popular, karena kemudahan dan keefektifannya membuat hotspot digemari para pecinta dunia maya. Universitas Muhammadiyah Purwekerto (UMP) merupakan salah satu yang menggunakan teknologi hotspot.Selengkapnya...

ALT_IMG

Buruknya Konsolidasi, Kesebelasan BEM Mundur

Belum genap satu periode kepengurusan, para pentolan Lembaga Tinggi sudah mulai meninggalkan kursi jabatannya. Terbukti dengan mundurnya 11 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2012/2013 yang digadang-gadang sebagai ujung tombak penampung aspirasi mahasiswa. Selengkapnya...

ALT_IMG

Pemimpin Oh Pemimpin

Dengan air mata ini... Ku berharap kepadamu... Pemimpin... Selengkapnya...

Minggu, 26 Juni 2016

korban longsor terisolir

0 komentar

Foto:Detik.docxxhx


Foto:Detik.doc
 


Bhaskara - Tanah longsor yang terjadi beberapa hari lalu mengakibatkan terisolasinya dua desa di kabupaten Purworejo. Hal ini diakibatkan karena akses utama menuju kedua desa tersebut rusak tertimbun longsoran tanah. Imbasnya, sekitar 1400 warga dari dua desa tersebut hanya mengandalkan bantuan yang datang, karena perekonomian mereka yang lumpuh total, Sabtu (25/6).
 Sugeng, selaku kepala dusun Kradenan mengatakan memang tidak seluruhnya bergantung pada bantuan, Tapi sebagian besar kebutuhan masih bergantung pada bantuan.
Hal ini disampaikan Sugeng di posko Desa Tlogorejo Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Sabtu (25/6/2016) dikutip dari detikNews.
 Desa Tlogorejo menjadi desa terakhir atau terjauh setelah Desa Sudimoro yang hingga hari ini hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau kendaraan offroad melalui aliran sungai.
 Menurut Sugeng, warga desa setempat sangat kesulitan saat hendak melakukan aktivitas kerjanya dan membeli kebutuhan keluarganya karena akses jalan rusak "Kami mau beli (kebutuhan hidup) gimana tidak bisa keluar desa, belum mulai kerja. Masih kerja bakti dulu. Kerjanya ya kalau punya peliharaan saja," katanya.
Sedangkan kondisi mereka tak hanya terisolir juga terputus dari aliran listrik. Setiap malam tiba, warga hanya menyalakaan lilin untuk penerangan. “Lilin kami dapat dari bantuan juga," imbuhnya. Untuk mengambil bantuan di dua desa terdekat, yakni Desa Ngaran dan Desa Sudimoro, mereka harus berjalan 2-5 km. Desa Tlogorejo berjarak sekitar 15 km dari Kota Purworejo jika ditempuh dari Dusun Caok dan Desa Sudimoro.
Namun karena jalur tersebut putus, masih ada jalur lain melalui Kaligesing. Namun jaraknya lebih jauh dua kali lipat dengan kondisi jalan yang curam dan rusak sehingga hanya kendaraan offroad yang bisa digunakan untuk melaluinya. Keadaan yang sama terjadi di Desa Sudimoro. Sekretaris Desa Sudimoro, Turiah berharap perbaikan jalan yang ambrol dan tertutup longsor segera rampung, serta aliran listrik kembali normal.
"Kami tidak bisa mencari nafkah. Tidak bisa apa-apa. Karena meski bertani, mau jualnya juga susah karena jadi jatuh harganya karena biaya transportasi mahal," ulasnya. Seorang warga Desa Sudimoro, Asrofi mengaku dia dan warga lainnya sudah mulai tertekan dengan kondisi ini.
"Sudah mulai stres karena tidak bisa apa-apa, tidak bisa ke mana-mana. Kerja tidak bisa," kata Asrofi. Bantuan yang dibutuhkan dua desa ini yakni lampu penerbangan darurat, senter, sembako, bahan makanan segar, hingga bensin. Siang ini dua alat berat mulai bekerja menyingkirkan material lumpur dan batuan yang menimbun jalan yang menjadi tumpuan warga tersebut. Pihak PLN sempat menjanjikan kepada Sugeng dalam 2-3 hari ke depan desanya akan bisa kembali mendapat aliran listrik. "Kemarin bilangnya 3-4 hari lagi. Semoga bisa selesai (perbaikannya)," harap Sugeng. (DK/Bhaskara)
Continue reading →
Sabtu, 18 Juni 2016

Tantang mahasiswa UMP menjadi Cendikiawan Muslim

0 komentar
   



       Bhaskara- Tantang Mahasiswa UMP menjadi cendikiawan Muslim dalam Seminar Mahasiswa dan lomba essai  The power of youth oleh Ust. Drs. H. Basuki AR, M.Si yaitu seorang trainer utama di sinergi leadership center Yogyakarta Pada sabtu, (18/6) di AK. Anshori UMP‎
       
         UMP sebagai universitas berbasis islam dan mayoritas civitas akademik muslim menjadi tempat yang tepat untuk mengembalikan semangatnya untuk menjadi cendikiawan/mahasiswa muslim yang unggul dalam bidang keilmuan dan keislamannya.‎ Dalam seminar yang di fasilitasi oleh Ikatan Remaja masjid Ahmad Dahlan (Irmadah), Ust. Basuki mengungkapkan bahwa seorang cendikiawan/mahasiswa Muslim itu memiliki ciri-ciri seperti Bersungguh-sungguh mencari ilmu, mampu mempertahankan pendirian dan keimanannya, memenuhi janji allah dan menghadirkan kebaikan serta rajin bangun malam (berdzikir dan berdoa) juga hanya takut kepada Allah. 
“Idealnya mahasiswa muslim seperti itu.” tuturnya seraya menjelaskan PPT nya. ‎‎
       Akan tetapi tantangannya umat islam itu adanya ancaman atas sekularisasi dan westernisasi yang meninggalkan atau memisahkan din islam. Padahal sebagai mahasiswa muslim itu layaknya kognitif (memiliki pendidikan) dan memiliki rasa dengan islam sehingga ilmunya menyatu dengan keislamannya Kutipan dari Dr. Abu saam (fisikawan) dalam mengkritisi umat islam “sesungguhnya dunia islam belum meyakini perkembangan sains dan teknologi adalah warisan generasi islam terdahulu.”

        Maka dari itu pada era modernisasi diperlukan sosok mahasiswa /cendikiawan muslim yang unggul. Ust. Basuki memberi tips ‎Agar tetap eksis maka seorang cendikiawan harus mengerti‎ Peran dan tggung jawabnya.
"Menjadi Agent of Change dengan berkomitmen terhadap perbaikan, lalu Iron stock, yaitu senantiasa membina diri baik intelektual kepribadian dan kepemimpinan dan moral force yaitu menjadi dai, berlatih mengajak masyarakat dengan cara berorganisasi, da'wah demi tujuan menegakan keadilan dan kebenaran.” Paparnya.‎
Berani hidup , tidak skeptis‎ dan memberikan respon serta mampu mengadopsi arus teknologi dan modernisasi menjadi kuncinya, karena ‎mahasiswa harus reformasi total yaitu diri reformasi keilmuan/intelektualitas serta manajemen‎

        Pada akhirnya yang diharapkan dari Potret  mahasiswa muslim itu bukan karena gelar status atau popularitas tetapi intensitas proses internalisasi dan fungsionalisasi pendekatan pada Allah.
‎‎‎
Continue reading →

wajah UMP kala Ramadhan sore

0 komentar
 
Pedagang dan pembeli memadati pelataran UMP 
UKM Gasebu sedang melantun lagu untuk masyarakat sekitar UMP (una)
      Kegiatan ramadhan gak pernah lepas dari yang namanya ritual ngabuburit. Entah anak-anak, remaja bahkan para orang tua memadati jalan raya dan tempat keramaian lainnya. Tak luput dari itu, UMP yang notabenenya perguruan tinggi disulap menjadi pasar dadakan/ pasar kaget. Banyak pedagang kaki lima berjualan disana sehingga menarik pembeli untuk memadati pelataran UMP.
  UKM Gasebu pun turut memeriahkan sore ramadhan. Mereka menghibur masyarakat yang berlalu lalang sedang berburu makanan untuk berbuka puasa dan pedagang yang sedang menjajakan jajanannya dengan beberapa lantunan lagu. 
   Putu salah seorang anggota Gasebu yang kami temui sore ini (17/6) menuturkan, "ini hanya aksi menghibur sembari ngabuburit mengisi sore menjelang berbuka, ini juga sekaligus persiapan untuk roadshow ramadhan blues yang akan di selenggarakan 22 juni 2016. Moment ini dimanfaatkan sekaligus untuk menghimpun dana untuk acara free HTM ramadhan blues nantinya.” Ujarnya saat lagu “juwita malam" selesai dilantunkan.  (bhas_Una)
Continue reading →
Selasa, 24 Mei 2016

"sanksi tegas dengan disegel sekretariatnya"

0 komentar




           Sepinya Kosma KM UMP yang diadakan di aula A.K Anshori pada senin malam (23/5)

"sanksi tegas dengan disegel sekretariatnya"

          


 Bhaskara – Kongres Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto mulai mempertegas sanksi bagi para lembaganya. Kosma KM UMP yang akan melakukan Sidang Komisi pada hari selasa(24/5) pukul 16.00 WIB sore nanti di Aula A.K Anshori, diharapkan dapat mendatangakan seluruh lembaga untuk bersama-sama membuat rancangan keputusan dan rekomendasi umum. .
”Karena melihat sidang yang akan dilanjutkan adalah Sidang Komisi dan merupakan sidang yang urgen dalam kosma, maka memerlukan kuota peserta yang cukup banyak sehingga menurut saya alangkah lebih baiknya sidang diskorsing hingga esok hari sembari panitia kembali mengajak para lembaga untuk hadir.” Kata Suluh Triyono selaku Badan Pekerja dalam Sidang.
            Sependapat dengan BP, salah satu mahasiswa dari fakultas pertanian yang menjadi peserta non delegasi, Ilham berpendapat bahwa sidang komisi memerlukan peserta yang cukup banyak, karena dalam sidang ini dibutuhkan banyak rekomendasi dari para peserta yang nantinya hadir. 
Bambang Wijayanto selaku delegasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa Mapala Satria, mengusulkan sanksi untuk dipertegas karena melihat begitu pentingnya sidang komisi. “Jika esok hari panitia telah berusaha maksimal untuk mendatangkan semua lembaga, maka saya mengusulkan bagi lembaga yang tetap tidak hadir supaya dikenakan sanksi tegas dengan disegel sekretariatnya.” Usul Bambang kepada forum yang saat itu hanya dihadiri oleh sembilan lembaga dengan total peserta yang hadir 20 mahasiswa. 
           Berbeda dengan hal itu, Fajar selaku Ketua UKM Koperasi Mahasiswa merasa keberatan dengan sanksi tersebut. Menurutnya, sanksi kali ini kurang efektif dan tidak ada diaturan manapun. “penyegelan sekre itu sanksi yang mengada-ada. Semua sanksi kan sudah diatur dalam tartib persidangan. Tinggal dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Lagi pula penyegelan hanya akan menimbulkan resistensi lembaga yang kurang aktif. Kita harus mengajak dengan cara simpatik, bukan represif.” Katanya. 
         “Saya kurang sependapat jika harus menyegel sekre sebagai bentuk dari sanksi. Karena kita adalah keluarga mahasiswa dan tidak seharusnya berlaku demikian, kita harus mengedepankan musyawarah dari pada bertindak seperti itu.” Ujar Wakil Rektor tiga Bidang Kemahasiswaan, Aman suyadi yang ditemui awak bhaskara diruangannya. Ia juga menambahkan bahwa dalam berorganisasi memang seringkali adanya perbedaan pendapat, tetapi kita harus lebih mengedepankan komunikasi untuk menyelesaikan segala permasalahan.(Bhas_KP)
Continue reading →
Kamis, 05 Mei 2016

DEBAT CALON GUBERNUR BEM FAPERTA

0 komentar
Dua kandidat gubernur Faperta dalam acara debat dan pemaparan visi misi, Rabu (4/5). Bhaskara/Lita


          Bhaskara-Penyelengaraan pemilihan Gubernur Fakultas Pertanian memasuki pemaparan visi misi dan debat. Ada dua calon gubernur, yaitu Joko Setiawan dan Gigih Aji Prasojo, masing-masing nomor urut satu dan dua. Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Lama, berlangsung pada pukul 16.00-17.30 WIB hanya dihadiri oleh 40 mahasiswa.
            Debat calon gubernur BEM Feperta baru memasuki tahap satu, dan ada debat tahap dua, yang akan diselenggarakan pada 12 Mei 2016. Visi dan misi kedua calon yang paling utama adalah membangun kekeluargaan di kalangan BEM Pertanian. Hal itu dikarenakan kurangnya rasa kekeluargaan di Fakultas Pertanian.
Joko Seriawan calon gubernur nomor urut satu juga sependapat dengan hal tersebut, “Kurangnya hubungan kekeluaragaan di antara mahasiswa dan alumni, harus ditangani. hal yang dapat mempererat kekeluargaan harus diadakan.” Ia juga menambahkan adanya pemisahan antara mahasiswa baru dengan mahasiswa lama telah membentuk GAP antar semester. Dalam misinya juga, ia akan melakukan kaderisasi secara berjenjang ditingkat fakultas, yang bertujuan untuk menciptakan kader dan bibit calon pemimpin Faperta seperti forum untuk melatih berorganisasi, tuturnya saat ditemui seusai debat.

Sedangkan menurut, Gigih Aji calon gubernur nomor urut dua mengatakan, rasa kekeluargaan lebih erat hanya terjalin saat acara hura-hura, ketimbang acara seminar atau diskusi “Saat ini mereka kurang berilmu lebih erat ketika ada acara senang-senang, maka harus merangkul dari alumni, dekanat sampai LUR III meminta solusi untuk mengatasi permasalahan ini”. Sementara itu, ia juga ingin membawa BEM Fakultas Pertanian hadir dalam permasalahan masyarakat, karena banyaknya masalah pertanian maupun dari unit pembudidayaan dan penjualan. Mencari aspirasi dan keluhan, turun dan tinggal di suatu desa, bukan hanya BEM Faperta tetapi juga mahasiswa cair untuk pembekalan saat terjun langsung setelah lulus nanti, ungkapnya. (Lutfi)


Continue reading →
Rabu, 27 April 2016

Gerakan untuk Lingkungan

0 komentar


                         Salah  satu warga kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto mendorong motor saat Car Free Day berlangsung.

Bhaskara – Hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April diperingati di belahan dunia, tak terkecuali di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dengan tujuan mengingatkan masyarakat untuk melestarikan lingkungan. Forum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengadakan car free day, Senin (25/4). Acara yang berlangsung mulai pukul 06.00-12.00 WIB berjalan cukup tertib. Seluruh civitas akademika UMP diminta untuk mematikan mesin kendaraannya saat memasuki area kampus dan memarkirkannya di sekitar gerbang masuk. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi beban polusi udara setiap hari.
Jika dilihat dari antusiasme dalam mengikuti acara tersebut, banyak pengendara motor dengan sukarela mematikan mesinnya. Namun masih ada juga pengendara yang hanya mematikan mesin saat di sekitar gerbang, lalu kembali menyalakan mesin karena jarak gerbang dan ruang kelas beberapa prodi terbilang jauh.
Nanda mahasiswa pendidikan geografi termasuk yang kurang setuju dengan acara car free day, “Kurang setuju karena jarak dari gerbang sampai kelas jauh,” keluhnya.
Wakil dekan satu fakultas pertanian, Dr. Ir. Gayuh Prasetyo Budi, MP mendukung adanya car free day ini dalam peringatan. Walau hanya sekali dalam satu tahun, acara ini merupakan suatu pergerakan untuk melestarikan lingkungan “Saya setuju dengan acara car free day. Ini merupakan kegiatan positif. Kalau bisa, sering-sering,”.  Dia juga menambahkan dalam perjuangannya demi lingkungan, Fakultas Pertanian sudah lama mencanangkan adanya pergerakan mempertahankan petani yang masih menggunakan pestisida alami. Mengingat sudah semakin berkurangnya petani yang berminat pada pupuk dan pestisida ramah lingkungan.
Ketika memakai pupuk dan pestisida ramah lingkungan, memang akan mempengaruhi hasil keuntungan saat panen. Dibanding dengan memakai pupuk dan pestisida kimia, keuntungan yang dihasilkan begitu berbeda dan itulah yang menyebabkan para petani enggan memakai pupuk ramah lingkungan. “Kami berusaha mempertahankan mereka, terutama kami fokus pada petani padi. Selain pupuk yang dipakai ramah lingkungan, hasil panennyapun lebih berkualitas dan lebih aman untuk dikonsumsi” ungkapnya saat ditemui di kantor TU Fakultas Pertanian.
Mahasiswa fakultas pertanian, eka menyambut baik pergerakan ramah lingkungan ini. ”kita tahu lingkungan udah makin rusak jadi penting dilakukan pergerakan ini dan pas ada car free day suasana kampus lebih nyaman juga” ujarnya sambil berjalan menemani temannya mendorong motor.
Hafid mahasiswa prodi pendidikan matematika setuju jika setiap hari diadakan acara car free day. Karena suasana kampus menjadi lebih luas dan nyaman. Selain itu tanpa adaya asap kendaraan menjadikan udara lebih bersih dan sehat “Jika diadakan acara seperti ini setiap hari, ya dengan syarat. Perlu adanya fasilitas seperti tempat parkir yang terdapat di luar lingkungan kampus dan terjamin keamanannya,” tandasnya. (sofa/bhaskara)
Continue reading →
Senin, 25 April 2016

Sengketa Pemilu FKIP

3 komentar



Proses diskusi yang cukup alot antara saksi dan presidium sidang yang terjadi pada forum penyelesaian sengketa pemilu FKIP (bhas_oki)

         Bhaskara - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengadakan sidang penyelesaian sengketa pemilihan umum (Pemilu) gubernur FKIP tahun 2016. Acara tersebut diadakan di ruang sidang FKIP. Ada  empat gugatan yang diajukan calon nomor dua. Sidang tersebut membuahkan hasil dua gugatan ditolak dan dua diterima, Jumat (22/4)
Dua gugatan yang diterima berisi tentang kampanye yang masih dilakukan olah calon nomor satu di media sosial, padahal waktu kampanye telah usai. Atas pelanggaran tersebut, calon nomor satu harus menerima sanksi pengurangan suara sebanyak 25 suara. Sementara gugutan selanjutnya adalah tentang penutupan TPPS di PBSI saat dilaksanakannya pemungutan suara.
Pihak nomor dua menuntut agar diberikan waktu tambahan untuk KPPS PBSI melakukan pemungutan suara. Peserta yang memakai hak suara itu adalah peserta yang kemarin belum memakai hak suaranya. Dengan proses debat yang cukup alot, akhirnya presidium sidang mengabulkan atas gugatan tersebut.

Permasalahan TPS PBSI

Saat itu Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) tengah mengadakan Seminar Nasional di Auditorium Ukhuwah Islamiah tepatan dengan Pemilu. Panitia seminar berinisiatif agar peserta seminar harus menggunakan hak pilihnya untuk bisa mendapatkan sertifikat seminar. Jika demikian maka seharusnya suara yang terkumpul dari TPS PBSI ada 307 suara. Namun, di TPS PBSI terjadi break pada waktu dzuhur, dan TPS kembali di buka pada pukul 13.00. Pihak calon nomor dua merasa dirugikan karena hanya di TPS PBSI yang diistirahatkan, sedangkan di TPS lain tetap dibuka. Sehingga menyebabkan pemilik suara yang enggan menunggu, memilih untuk pulang.
            Ketua Bawaslu Pikky Fadil menyatakan bahwa ada miss komunikasi yang terjadi antara Bawaslu dengan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di PBSI. “Bawaslunya istirahat, tetapi ini tidak berlaku untuk KPPS. Mungkin mereka menganggap bahwa ini adalah waktu istirahat untuk KPPS juga, inilah awal permasalahan yang terjadi disana,” ujarnya.
Hal berbeda disampaikan oleh Anwar, selaku Calon Wakil Gubernur nomor dua. Menurutnya ada kecurangan dari salah satu pihak demi menyabotase suara di PBSI. “Saya rasa ini bukan merupakan miss komunikasi seperti yang disampaikan, bisa saja suara mahasiswa PBSI yang belum memilih jadi milik kami,” tandasnya.
Malina Ulinuha selaku Calon Wakil Gubernur nomor satu angkat bicara, “Seharusnya Ebi (orang yang dituakan di PBSI) setelah menanyakan kepada Afif (selaku Ketua KPU) dan mendapat jawaban bahwa tidak adanya jeda, dia langsung mengambil tindakan kepada KPPS untuk tidak menjeda proses pemungutan suara, tuturnya.
Sedangkan dua gugatan yang ditolak tentang perusakan atribut kampanye dan penghapusan suara di TPS sejarah karena tidak adanya saksi dari calon nomor dua saat pemumgutan suara. Setelah analisa, presidium sidang mengambil keputusan bahwa gugatan dari pihak nomor dua atas perusakan atribut kampanye ditolak karena bukti foto kurang bisa menjelaskan peristiwanya. Sedangkan gugatan atas tuntutan penghapusan penuh suara di TPS Sejarah ditolak, karena bukti yang kurang.
Pihak tergugat calon nomor satu tidak terima atas tuduhan-tudahan dari gugatan calon nomor dua, tetapi hal ini tidak dikabulkan manakala tidak ada dasar yang jelas dari pihak tergugat atas penolakanya tentang gugatan tersebut. (Erlinda,Oki/Bhaskara)

Continue reading →

Labels