ALT_IMG

Lomba Karya Jurnalistik Se BARLINGMASCAKEB

LPM BHASKARA Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan Lomba Karya jurnalistik Untuk Pelajar Se Barlingmascakeb dengan tema Buramnya Pendidikan Di Negriku.Download Formulir dan Ketentuan Lomba.

ALT_IMG

Adat Istiadat Perlu Berjalan Berdampingan Dengn Aqidah Islam

Awan mendung menyelimuti langit Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), rintik hujan mulai membasahi gedung-gedung mewah kampus biru. Pada saat yang bersamaan, tampak mahasiswa lalu lalang menuju lantai tiga di gedung PKM yang belum genap dua tahun dibangun itu.Selengkapnya..

Alt img

Pengelolaan Hotspot Belum Maksimal

Hotspot yang akhir-akhir ini menjadi popular, karena kemudahan dan keefektifannya membuat hotspot digemari para pecinta dunia maya. Universitas Muhammadiyah Purwekerto (UMP) merupakan salah satu yang menggunakan teknologi hotspot.Selengkapnya...

ALT_IMG

Buruknya Konsolidasi, Kesebelasan BEM Mundur

Belum genap satu periode kepengurusan, para pentolan Lembaga Tinggi sudah mulai meninggalkan kursi jabatannya. Terbukti dengan mundurnya 11 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2012/2013 yang digadang-gadang sebagai ujung tombak penampung aspirasi mahasiswa. Selengkapnya...

ALT_IMG

Pemimpin Oh Pemimpin

Dengan air mata ini... Ku berharap kepadamu... Pemimpin... Selengkapnya...

Jumat, 06 Juni 2014

Mahasiswa Tolak Pemberlakuan Jam Malam

0 komentar
Mahasiswa Tolak Pemberlakuan Jam Malam
 
Sejumlah mahasiswa PBSI sedang berlatih teater sampai larut (Bhas_doc.)

Bhaskara online_ Wacana pemberlakuan jam malam, saat ini telah dilakukan UMP. Dengan kebijakan ini, mahasiswa menjadi pihak yang diberatkan. Pasalnya, pukul 22:00 WIB, gerbang ditutup.  Padahal, hasil pantauan Bhaskara kegiatan kemahasiswaan, selesai lebih lama, dari waktu yang telah diberlakukan UMP. Menurut Presiden BEM Universitas, Lukman Hakim, pembatasan kegiatan mahasiswa, menjadikan kinerja organisasi tidak berjalan dengan maksimal. Ini karena, kegiatan lembaga, seperti diskusi maupun rapat yang dilakukan di malam hari.
"Saya sangat tidak setuju dengan kebijakan jam malam. Ini karena, membuat pergerakan dari teman lembaga terhambat. Sementara, kegiatan akademis menuntut 75% kehadiran, lalu malamnya untuk aktivitas berorganisasi. Ini menjadikan, kita terbatas untuk bergerak secara organisasi " ungkap Lukman, beberapa waktu lalu.
            Penolakan sama diutarakan, anggota Broadcasting Gradiosta, Darmawan, menurutnya pemberlakuan jam malam, dapat menghambat aktivitas mahasiswa. Selain itu, dia menegaskan, mahasiswa harus memperjuangkan, agar kebijakan terebut segera dicabut, "Mahsiswa di UMP, yang sadar berorganisasi masih sedikit. Di samping itu, kegemaran untuk berdiskusi masih sedikit. Oleh karena itu, kebijakan pembatasan kegiatan mahasiswa, dapat menjadikan kampus menjadi sepi dan mati," tegas Wawan
            Senada dengan Wawan, Mahasiswa Program Studi Agribisnis semester enam, yang aktif di UKM Mapala Satria. M. Misbah Azzamani, mengatakan, penolakan kebijakan jam malam, “Saya pernah ikut audiensi dengan WR III,  yang diselenggarakan BEM di kantin pada awal 2011. Saat itu, Andi Wahyono, Presiden BEM-nya.  Saya masih ingat, saat itu audiensi di kantin untuk membahas, adanya selebaran tentang jam malam. Anjar Nugroho selaku WR III, juga ikut hadir dan seluruh lembaga KM UMP. Keputusan itu, menghasilkan kesepakatan bahwa, mahasiswa menolak adanya jam malam dan WR III menyetejui, serta menyobek selebaran itu, di depan kawan-kawan lembaga, serta dia mengatakan, ini tidak berlaku untuk kalian,”, ungkap Misbah.
Berbeda, Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan, Anjar Nugroho M.Si, memaparkan, perihal kebijakan jam malam, ia menyepakati hal tersebut. Menurutnya itu bukan jam malam, namun lebih tepatnya pembatasan kegiatan kampus, hingga pukul 22:00 WIB. Apabila masih terdapat mahasiswa berkegiatan di kampus, gerbang tetap harus ditutup.
“Saya sepakat dengan adanya pemberlakuan kebijakan tersebut, untuk ketertiban area kampus dan mengindarkan tanggapan miring masyarakat sekitar kampus, terhadap mahasiswa yang berkegiatan di malam hari,” papar Anjar (Bhas_Vena&Wiji)
Continue reading →
Senin, 28 April 2014

Takut Diklaim, Mahasiswa Teknik Pasang Banner

3 komentar
Takut Diklaim, Mahasiswa Teknik Pasang Banner

Terpampang jelas banner penegasan mahasiswa Teknik untuk gedung barunya                                                       (bhas_doc)
Bhaskara – Mahasiswa Fakultas Teknik pasang badan, terkait pembangunan gedung baru yang diperuntukkan bagi mereka. Ini terlihat dari pemasangan banner bertuliskan “Ini Gedung Kami Yang Baru”, di depan bangunan yang pengerjaannya baru 35%, dari keseluruhan rencana pendirian. Menurut  Wakil Gubernur Teknik, Rya Dwi Aditiya mengatakan,  pemasangan banner tersebut, karena berjaga-jaga, agar gedung tersebut tidak difungsikan bagi fakultas lain.
Pemasangan banner tersebut, bukan tidak beralasan. Ini  mengingat perlakuan pihak Universitas, yang memindahkan Fakultas Teknik ke gedung lain. Mereka dulu beralasan, dipinjam sementara bagi Fakultas Kedokteran. Namun, kenyataannya jadi hak paten. Itu cukup membuat kami khawatir,” kata Rya, beberapa waktu lalu, kepada Bhaskara.
Di sisi lain, Rya menyayangkan Akreditas Fakultas Teknik, yang hingga saat ini masih C. Menurutnya, itu karena Fakultas Teknik belum memiliki gedung sendiri. “Gimana Akreditasi mau jadi baik, ruangan saja tidak punya.  Padahal, salah satu syarat akreditasi kan harus mempunyai fasilitas yang lengkap, salah satunya ya gedung,” ujar dia.
Menurut informasi yang dihimpun Bhaskara, konsep pembangunan Fakultas Teknik tersebut, berlantai lima, dengan fasilitas lift. Mahasiswa Teknik Informatika, Ady Purnomo, mengatakan pembangunan gedung baru tersebut, menjadi penyejuk hati mahasiswa Teknik.
“Saya sangat senang, gedung itu benar-benar untuk Fakultas Teknik. Walaupun saya belum tentu ikut memakainya, karena saya semester delapan. Tapi saya tetap peduli, untuk memperjuangkan gedung itu. Ini agar pemanfaatannya tetap diperuntukan bagi mahasiswa Teknik, kata Ady.
Terpisah, Wakil Rektor II, bidang administrasi, Drs. Joko Purwanto M,Pd menyatakan, gedung yang dibangun tersebut, memang untuk Fakultas Teknik. Akan tetapi, menurutnya fakultas yang lain pun, diperbolehkan memakainya.
“Gedung yang dalam tahap pembangunan itu, jelas milik UMP. Akan tetapi didominasi oleh Fakultas Teknik. Tapi, fakultas lain pun diperbolehkan memakainya, asalkan mahasiswa Fakultas Teknik tidak sedang menggunakannya,papar Joko. (Bhas_wiji)
Continue reading →
Kamis, 03 April 2014

Sastra Sebagai Media Kemanusian

0 komentar

Sastra Sebagai Media Kemanusian
Pardi Suratmo: Melalui sastra manusia dapat memanusiakan manusia
Terlihat salah pembicara seminar tengah menyampaikan materi   (Bhas_doc)
Bhaskara-online, di Indonesia banyak sekali intelektual dan orang cerdas, namun masih sedikit yang bermoral.Mencapai keberhasilan adalah dambaan setiap orang tak terkecuali mahasiswa akan tetapi seharusnya mencapai keberhasilan secara bermartabat agar balance tetap terjaga. Salah satunya dengan memiliki pola pikir humanis yang diimplementasikan lewat sastra .Dengan hal ini segala bentuk perilaku yang menjadi produk manusia selalu terkontrol yang berlandaskan pada nilai-nilai kemanusian.
Seperti yang diungkapkan kepala balai bahasa provisi jawa tengah  Drs. Pardi Suratno, M, Hum, Berpikir humanis harus dimiliki sejak usia dini.tertanamnya humanisme dalam setiap individu sangat menentukan tahapan-tahapan pencapaian kesuksesan yang dilaluinya dengan benar. Menjauhkan dari tindakan mengambil jalan pintas, menjauhkan diri dari kebiasaan menyuap, bahkan mencegah sikap koruptif.
"Lewat sastra, dapat mentransformasikan humanisme sebagai kontrol terhadap diri dan sesama" ungkap Pardi selasa (1/4) dalam seminar yang digelar prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UMP.
Selain itu Pardi juga mengungkapkan peran penting sastra dalam kehidupan, dapat membangun kesadaran masyarakat sejak lama. Untuk membangun budaya kerja keras, mengandung penawaran nilai yang memang disiapkan untuk mengembangkan wawasan, selain hanya menghibur.
"Banyak sekali karya sastra yang menjadi rujukan untuk perubahan yang lebih baik, dengan penawaran kreativitas yang menyenangkan(_red)”. tuturnya
Dikesempatan yang sama pakar pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Negri Malang Prof. Dr. Djoko Saryono, M.pd mengucapkan, sudah ribuan tahun, agama, filsafat, ilmu dan teknologi, sampai pendidikan menjadikan manusia dan kemanusian menjadi poros, ajaran pemikiran pengkajian dan perekayasaan.Hal ini menujukan sentralisasi pada berbagai cabang ilmu adalah tetap pada manusia itu sendiri.
"Berbagai produk ilmu yang memudahkan manusia harus dibarengi dengan nilai-nilai kemanusiaan" ucapnya
Djoko menandaskan pada dasarnya kemanusiaan besangkutan dengan pikiran, perasaan, dan tindakan yang membuat martabat, keluhuran, kemuliaan, dan keagungan. Namun pada akhir-akhir ini, banyak sekali perilaku manusia yang berlaku sebaliknya.
"Jangan sampai manusia berada dalam kondisi anaimalitas(kebinatangan) apalagi kebendaan (bagai robot dan mesin). Ada hal mudah untuklangkah antisipasinya yakni bisa dengan strategi dan sinergi nilai kemanusiaan melalui pembelajaran sastra" tandasnya (Bhas_vri)
Continue reading →

Labels