ALT_IMG

Lomba Karya Jurnalistik Se BARLINGMASCAKEB

LPM BHASKARA Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan Lomba Karya jurnalistik Untuk Pelajar Se Barlingmascakeb dengan tema Buramnya Pendidikan Di Negriku.Download Formulir dan Ketentuan Lomba.

ALT_IMG

Adat Istiadat Perlu Berjalan Berdampingan Dengn Aqidah Islam

Awan mendung menyelimuti langit Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), rintik hujan mulai membasahi gedung-gedung mewah kampus biru. Pada saat yang bersamaan, tampak mahasiswa lalu lalang menuju lantai tiga di gedung PKM yang belum genap dua tahun dibangun itu.Selengkapnya..

Alt img

Pengelolaan Hotspot Belum Maksimal

Hotspot yang akhir-akhir ini menjadi popular, karena kemudahan dan keefektifannya membuat hotspot digemari para pecinta dunia maya. Universitas Muhammadiyah Purwekerto (UMP) merupakan salah satu yang menggunakan teknologi hotspot.Selengkapnya...

ALT_IMG

Buruknya Konsolidasi, Kesebelasan BEM Mundur

Belum genap satu periode kepengurusan, para pentolan Lembaga Tinggi sudah mulai meninggalkan kursi jabatannya. Terbukti dengan mundurnya 11 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2012/2013 yang digadang-gadang sebagai ujung tombak penampung aspirasi mahasiswa. Selengkapnya...

ALT_IMG

Pemimpin Oh Pemimpin

Dengan air mata ini... Ku berharap kepadamu... Pemimpin... Selengkapnya...

Minggu, 02 Maret 2014

Taman UMP Kurang Perawatan

1 komentar

Taman UMP Kurang Perawatan
Sampah terlihat menggenangi kolam di taman  UMP                     (Bhas_doc)
            BHASKARA - UMP tengah mempermanis wajahnya dengan membangun sejumlah gedung dan taman. Sayang, pembangunan itu tidak diselaraskan dengan adanya perawatan. Seperti terbengkalainya taman UMP sebelah Fakultas Ekonomi, padahal baru berumur tiga tahun. Hal tersebut, dapat dilihat kubangan air kolam yang berwarna hijau berlumut. Bahkan sampah plastik sisa bungkus makanan, botol minuman dan batang kangkung menumpuk di sekitar kolam.
            "Kolamnya keliatan nggak terurus ya, padahal kan kalo dirawat bakal bikin nyaman,dan memperindah suasana," ungkap mahasiswa Fakultas Teknik semester dua, Endang Wibiana, kemarin (1/2) kepada LPM Bhaskara.
            Senada dengan Endang, mahasiswa PBSI, Gilang Volyantini. Dia mengatakan kolam seharusnya dapat dimaksimalkan penggunaannya. Menurutnya, apabila dapat dimanfaatkan dengan benar, kolam tersebut menjadi tempat yang menyenangkan bagi civitas akademika UMP.
            "Jika kolam tersebut untuk memperindah UMP, seharusnya dirawat dengan baik, agar bisa difungsikan sebagaimana mestinya," katanya.
            Saat dikonfirmasi perihal persoalan tersebut, Kepala Rumah Tangga UMP, Adhi Nugroho mengakui adanya kelalaian untuk merawat taman tersebut. Namun, dia berdalih terkait pembersihan di seluruh lingkungan UMP, sebenarnya dilaksanakan secara rutin dan terjadwal. Menurutnya kelalaian tersebut dikarenakan padatnya jadwal kegiatan di UMP sendiri.
            "Kami mengakui bahwa dari pihak kami melalaikan kolam itu. Padahal, sebenarnya pembersihan itu dilaksanakan secara rutin terjadwal, yaitu sekali dalam seminggu oleh petugas  K5 yang beranggotakan 10 orang. Akan tetapi dalam kurun waktu 3 bulan belakangan ini pihaknya tidak melaksanakanya. Ini karena, kami mendahulukan berbagai kegiatan yang diselenggarakan UMP seperti, NETS, atau pun kedatangan Prabowo beberapa waktu lalu yang membutuhkan banyak tenaga. Tapi, untuk rencana ke depan mengenai kolam itu, Pada pertengahan minggu depan pihaknya akan membersihkanya," dalihnya.
            Terpisah, Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Joko Purwanto menyatakan K5-lah yang bertanggung jawab untuk mengelola lingkungan UMP. Karena dia tidak mungkin untuk selalu mengawasi lingkungan setiap harinya. Oleh karena itu, keadaan sekarang seperti apa, dia tidak mengetahuinya.
"Sebagai pemimpin saya juga nggak mungkin setiap kali mengecek kesana. Dan keadaan sekarang ini saya tidak tahu,  karena sebenarnya yang bertanggung jawab akan hal ini ya bidang K5 tetapi mahasiswa juga harus ikut menjaganya agar kolam tetap dalam keadaan bersih,” ujarnya.
            Joko menambahkan, kolam di taman depan Fakultas Ekonomi sebenarnya untuk menampung air. Tapi dia juga tidak menampik kolam tersebut juga untuk memperindah UMP.
            "Sebenarnya tujuan utama dibangunkannya kolam ditengah taman itu bertujuan untuk penampungan air. Karena dikala musim hujan daerah belakang taman itu banjir sehingga dibuatlah kolam untuk penampungan air, selain itu juga untuk memperindah taman ketika duduk di taman bisa melihat kolam dan bisa sambil memancing karena ada ikannya," katanya. (Bhas_ven,wij,vri)

Continue reading →
Kamis, 27 Februari 2014

KRS Online Masih Bermasalah

2 komentar

Batas registrasi mahasiswa semester genap 2014 (Bhas_doc)
BHASKARA – Sistem KRS Online telah berjalan setahun lebih. Namun dalam pelaksanaannya masih sisakan permasalahan. Dari terbatasnya kuota pengentri, terlambatnya data entri mahasiswa ke sejumlah bank, yang bekerja sama dengan UMP, hingga belum keluarnya sejumlah nilai mahasiswa.
“PTIK lucu, pembatasan kuota yang dilakukan PTIK tidak memperhatikan jumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto sendiri, yang mencapai 8000 mahasiswa,” ungkap mahasiswa Pertanian Semester enam, Wendy Dimas Cahyadi, tadi (27/2) kepada Bhaskara.
Senada dengan Wendi, Mahasiswa Fakultas Ekonomi semester delapan, Ryan Priyanto juga menyayangkan adanya sejumlah permasalahan yang masih dialami mahasiswa, dalam mengakses KRS online, yang seharusnya dapat dibenahi dalam waktu setahun ini.
“KRS online sangat menyusahkan mahasiswa. Menunggu nilai dari dosen pun sudah lama ditambah menunda regristrasi, karena kuota untuk mengakses web KRS dibatasi. Mungkin server PTIK belum kuat untuk mengcover semua mahasiswa UMP yang akan regristrasi atau entry KRS,” ujar Ryan.
Hal itu pun diamini, mahasiswa PBSI semester empat, Arif Panggih Rahayu. Dia menyatakan sering kali kesulitan ketika harus mengakses web yang diperuntukkan untuk mengentri KRS tersebut.
“Saya susah log in untuk ngentri KRS. Bahkan ketika sudah mau membayar registrasi di bank, pihak bank tidak bisa melayaninya. Ini dikarenakan data dari UMP mengenai pembayaran registrasi belum masuk ke bank itu. Jadi saya harus konfirmasi ke sana-sini untuk mengurusnya. Padahal hari terakhir entri dan registrasi besok, hari Jum’at (28/2_red), sementara sekarang, sudah Kamis (27/2_red). Selain itu, ada nilai saya yang tidak keluar-keluar,” tandasnya.
Permasalahan tersebut juga dialami anggota Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra (HIMADIKSATRIA), Istnan Fauzan. Dia mengatakan  sistem KRS yang telah dirubah online setahun ini, belum efektif,  “KRS online seharusnya mempermudah mahasiswa untuk KRSan, bukan malah mempersulit. Ketika UMP memberlakukan sistem baru KRS online sudah sepantasnya siap dalam permasalahan yang sekiranya akan ditemui,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Pusat Tenik Informasi dan komunikasi (PTIK) UMP, Agung Purwo Wicaksono, berdalih permasalahan mahasiswa dalam mengakses KRS online dikarenakan salah prediksi penggunaan kuota pengguna KRS online.
“Ini dikarenakan kesalahan prediksi yang dilakukan kami. PTIK memperkiraan yang mengakses sistem KRS online hanya 100 sampai 300-an mahasiswa saja. Namun kenyataanya tidak demikian, mahasiswa yang mengakses web KRS online secara bersamaan melebihi 300 mahasiswa bahkan mencapai 1000 mahasiswa. PTIK baru akan mengadakan penjadwalan per program studi, dalam pengisian KRS online. Ini untuk mencegah membeludaknya jumlah mahasiswa yang mengakses web KRS online,” dalihnya.
Dihubungi via telepon, Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Drs.Joko Purwanto, M.Si, menyatakan belum bisa memberi kepastian terkait permasalahan KRS On line. Tapi dia akan mengkonfirmasi dulu ke PTIK. Setelah itu, baru akan dicari penyelesaiannya. (Ven, Ftw, Ev_Bhas)

Continue reading →
Kamis, 20 Februari 2014

SP Molor, MPM Harus Bertanggung Jawab

5 komentar

Seorang mahasiswa sedang mengunjungi sekretariat Lembaga Tinggi yang tidak berpenghuni (Ftw_doc) 
BHASKARA - Kosma sudah berlalu delapan bulan yang lalu. Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UMP hingga saat ini, belum melaksanakan Sidang Paripurna (SP). Padahal SP menjadi ajang mengevaluasi kinerja Lembaga Tinggi (LT). Ini tentunya menjadi tanda tanya besar, sudahkah MPM UMP bermanfaat bagi KM UMP ini?
“Sangat lucu memang, Apa yang sudah kita sepakati juga kita langgar. Kalian yang membuat kalian yang menghancurkan sendiri. Tidak adanya Sidang Paripurna I dan II dan evaluasi yang hanya menjadi satu kali akan menjadi PR yang banyak bagi BPK. Sebenarnya dari awal terbentuknya Lembaga Tinggi telah mementingkan egonya masing-masing.” ungkap Direktur Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Fuji Marsela Erlita, kemarin (19/2).
Menurut AD/ART  Kosma XII, seharusnya SP pertama jatuh pada November lalu, dan SP kedua dilaksanakan Februari ini. Kontan dampak dari ketidakjelasan penyelenggaraan SP berdampak bukan hanya di tataran LT, tapi juga turut dirasakan hingga lembaga di Fakultas dan Prodi.
            “ Dengan sistem yang sekarang ini sebenarnya DPM dan MPM masih belum mengerti apa yang menjadi tugas mereka. Sebagai pemimpin yang memimpin suatu lembaga seharusnya mereka mempertanggung jawabkan tugasnya terhadap Keluarga Mahasiswa (KM) UMP,” tutur Gubernur BEM Teknik, Prasetyo Adi Wibowo.
Terpisah, Koordinator Forum UKM, Adi Purnomo menegaskan ketidakpeduliannya terhadap lembaga tinggi karena ketidakpedulian mereka terhadap kinerjanya yang gagal. Bahkan terhadap kurangnya komunikasi yang terjadi diantara lembaga tinggi.
“Saya sih nggak peduli dengan Lembaga Tinggi. Karena merekapun nggak peduli sama kita. Kita telah ketahui bersama-sama bahwa Lembaga Tinggi telah gagal,” ujarnya.
MPM berdalih telah melakukan koordinasi di antara anggota MPM, terkait pelaksanaan SP yang terkatung-katung hingga sekarang, “Saya sudah berusaha mengingatkan berkali-kali, berkoordinasi berkali-kali. Tapi karena saya bawahan ya menunggu eksekutor ketuanya (MPM-red)” ungkap Sekjen MPM, Agus.
Sedangkan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Husnu T. Abadi saat dikonfirmasi Bhakara via Telpon berkali-kali tidak mengangkat dan melalui pesan singkat pun tidak membalas. Padahal DPM mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan AD/RT, sebagai pengawas lurusnya konstitusi di KM.
Ketidakseriusan penyelenggaraan SP ini, membuat Presiden BEM UMP geram. Dia meminta keseriusan dan kesadaran MPM dan DPM dalam melaksanakan kinerja mereka selaku Lembaga Tinggi.
“Saya dengan tegas meminta komitmen MPM dan DPM sebagai Lembaga Tinggi. Mereka seharusnya serius dan sadar terhadap kinerjanya,” tandasnya. (Ftw_Bhas)

Continue reading →
Jumat, 15 Maret 2013

Tri Suciadi: “Adat Istiadat perlu berjalan berdampingan dengan aqidah Islam!”

1 komentar


Gerimis turun membasahi tanah di kampus biru, awan mendung menghinggapi langit di atas Universitas Muhammadiyah Purwokerto, namun hal itu tidak menyurutkan semangat anggota UKM Teater Perisai untuk tetap menjalankan pementasan drama yang bertema “Mengikat Tali Sillaturahmi dalam Sebuah Seni di Kawasan Islami (12/3)”

Pementasan drama yang  mengangkat empat cerita itu dimulai hari ini. Tema yang saat ini merujuk tentang kehidupan sosial masyarakat ini bertujuan memberikan nilai moral kepada anggota Teater Perisai dan penonton.
“Studi Pentas kali ini bertujuan mendidik karakter warga baru teater perisai dan penonton untuk menyeimbangkan antara adat dan agama bukan malah mengalahkan satu sama lain,” ungkap Tri Suciadi selaku ketua UKM Teater Perisai.
Setiap cerita yang diangkat mengandung nilai yang dapat diambil. Cerita yang berjudul “Wanita yang diselamatkan” mengangkat kisah tentang seorang wanita dalam  menyikapi organisasi keislaman (NII yang dulunya  DI/TII). Cerita kedua, yaitu berjudul “Delusi”, yang mengangkat tentang adat dan kebiasaan orang jawa pada umumnya dan Banyumas khususnya yang juga dapat disaring dengan aqidah Islam. Kisah yang selanjutnya mengangkat sebuah cerita tentang seorang manusia yang ingin bertobat, kisah ini berjudul, “Sebuah Kesaksian”. Judul cerita yang terakhir adalah “Festival Topeng”, ini tentang sebuah kisah manusia yang penuh kemunafikan dalam menjalani hidup. Namun yang melatarbelakangi keseluruhan cerita adalah bagaimana seorang manusia itu harus hidup di tengah masyarakat.
“Pada hakekatnya yang menjadi acuan dari keseluruhan dari cerita tersebut adalah bagaimana manusia harus menyadari keberagaman yang ada. Di sisi lain, manusia juga harus melestarikan adat dan budaya yang berkembang, namun tetap tidak meninggalkan ke-Islaman,” tambah Adi yang juga mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris itu.
Selaras dengan Adi, Dirwan selaku sutradara Festival Topeng juga mengamini bahwa pementasan kali ini memiliki pesan kepada penonton untuk menjaga keharmonisan antar manusia dalam masyarakat, selain itu juga memberikan nilai moral diselipkan seperti pendidikan karakter.
Studi pentas merupakan program tahunan dari Teater Perisai, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman pentas kepada warga baru Perisai. Pementasan ini dihadiri puluhan penonton baik dari mahasiswa UMP maupun dari mahasiswa dari kampus lain.
“Penonton yang hadir lebih dari 50, walaupun jumlah tersebut belum sesuai target yang diharapkan, namun di sisi lain, kami juga kedatangan perwakilan anggota teater dari kampu lain. Hal itu dapat memberikan masukan kepada kami terkait pementasan yang kami gelar,” Ungkap Tri Suciadi.
Study Pentas yang digelar 12 – 16 Maret di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, kali ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa UMP untuk mendapatkan pendidikan di kegiatan kemahasiswaan dan juga sebagai sarana pendidikan mahasiswa untuk menghargai dan menghormati keberbedaan.
“Pentas ini untuk memberikan hak sebagai mahasiswa UMP untuk mendapatkan pendidikan dalam proses kegiatan mahasiswa. Di sisi lain kami juga mengharapkan ketika penonton yang hadir dapat mengambil pelajaran yang kami sampaikan,” ungkap Endah Kusumaningrum selaku Pimpinan Produksi. (Evri&Vena_Bhas)
Continue reading →

Labels