ALT_IMG

Lomba Karya Jurnalistik Se BARLINGMASCAKEB

LPM BHASKARA Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan Lomba Karya jurnalistik Untuk Pelajar Se Barlingmascakeb dengan tema Buramnya Pendidikan Di Negriku.Download Formulir dan Ketentuan Lomba.

ALT_IMG

Adat Istiadat Perlu Berjalan Berdampingan Dengn Aqidah Islam

Awan mendung menyelimuti langit Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), rintik hujan mulai membasahi gedung-gedung mewah kampus biru. Pada saat yang bersamaan, tampak mahasiswa lalu lalang menuju lantai tiga di gedung PKM yang belum genap dua tahun dibangun itu.Selengkapnya..

Alt img

Pengelolaan Hotspot Belum Maksimal

Hotspot yang akhir-akhir ini menjadi popular, karena kemudahan dan keefektifannya membuat hotspot digemari para pecinta dunia maya. Universitas Muhammadiyah Purwekerto (UMP) merupakan salah satu yang menggunakan teknologi hotspot.Selengkapnya...

ALT_IMG

Buruknya Konsolidasi, Kesebelasan BEM Mundur

Belum genap satu periode kepengurusan, para pentolan Lembaga Tinggi sudah mulai meninggalkan kursi jabatannya. Terbukti dengan mundurnya 11 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2012/2013 yang digadang-gadang sebagai ujung tombak penampung aspirasi mahasiswa. Selengkapnya...

ALT_IMG

Pemimpin Oh Pemimpin

Dengan air mata ini... Ku berharap kepadamu... Pemimpin... Selengkapnya...

Jumat, 21 November 2014

KPU Mahasiswa UMP Arogan

4 komentar
Pembagian nomor urut calon Presiden BEM UMP oleh KPU-M di depan gedung Rektorat (21/11).

BHASKARA – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) telah menetapkan rangkaian Pemilu Raya 2014, yang dimulai 15 November - 3 Desember 2014. Di sisi lain, hal tersebut masih menuai kontroversi, pasalnya dasar hukum untuk menetapkan sistematika itu belum terbentuk.

            Menurut Dewan Mahasiawa (DEMA) UMP, Rya Dwi Aditya, KPU-M seharusnya bekerja setelah adanya Undang-Undang Pemilu Raya, sesuai dengan AD/ART yang telah ditetapkan. Namun, kenyataannya KPU-M telah mensosialisasikan surat edaran tahapan Pemilu Raya.

            “Saya sudah berkoordinasi dengan Teguh (Ketua KPU-M_red) tentang pembuatan Undang-Undang Pemilu Raya jauh sebelum adanya surat edaran. Setelah adanya surat edaran dari KPU-M pun saya berusaha menemui kembali, tapi dia tidak menggubris,” ungkapnya, jum'at (21/11) kepada Bhaskara.

            Ditemui terpisah, Pelaksana Tugas Kopma Lebah, Fajar menyayangkan tindakan KPU-M, yang membandel tidak mengindahkan AD/ART yang berlaku di KM UMP. Menurut dia, sepak terjang KPU-M merupakan tindakan kesewenang-wenangan.

            "Seharusnya ada klarifikasi dari KPU-M, apa dasar mereka membuat kriteria dan persyaratan pencalonan presiden BEM UMP yang telah diedarkan tersebut. Dan atas dasar apa mereka bergerak tanpa adanya Undang-Undang PEMILU Raya. Kalau tidak ada penjelasan dari KPU-M, terkait kriteria dan syarat presiden dan wakilnya, ini bisa disebut bentuk arogansi KPU-M keteman-teman lembaga dan mahasiswa,” tegas Fajar.

            Mencoba mengkonfirmasi berkali-kali melalui via telepon dan pesan singkat, Ketua KPU-M, Teguh Sudarto tidak memberikan respon sama sekali kepada Bhaskara. (Bhas_ftw)
Continue reading →
Sabtu, 25 Oktober 2014

Sidang Umum 1 KM UMP Sepi

1 komentar


Jum'at (24/10) Sidang Umum 1 KM UMP yang bertempat di Auditorium Ukuwah Islamiyah minim peserta (Bhas_doc)





            BHASKARA - 7 hari pasca Sidang Umum di selenggarakan sepi peminat. Sidang Umum hanya ramai pada saat laporan pertanggung jawaban lembaga tinggi saja padahal inti dari Sidang Umum tersebut  untuk merumuskan AD/ART  yang akan diterapkan untuk satu periode ke depan. Seperti yang dikatakan Presidium Sidang Rya Aditya, “Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Lembaga tinggi itu kan masa lalu, yang lebih penting adalah pada saat pembahasan AD/ART karena itu manyangkut keberlangsungan hidup KM satu periode mendatang. Anehnya pada saat LPJ justru lebih ramai dan pesertanya lebih banyak dibanding pada saat pembahasan AD/ART.”
            Bangku kosong kini bayak menghiasi ruang sidang yang terletak di Auditorium Ukuwah Islamiyah. Tidak tanggug tanggug hanya 19 lembaga yang hadir dari 53 lembaga di UMP  pada hari Jum’at (24/10). Selain sedikitnya peserta, molornya acara juga sangat mempengaruhi jalanya sidang “ Setiap kali sidang akan dimulai selalu saja peserta tidak memenuhi quota forum, bahkan sidang yang seharusnya dimulai pukul 15.30 WIB molor sampai 19.30 WIB karena kurangnya peserta, qouta forum menjadi pertimbangan penting mengingat akan pentingnya pembahasan AD/ART .Lanjut Rya Aditya.
            Pemahaman mahasiswa akan pentingnya sidang umumpun dipertanyakan. Seperti yang dikatakan Badan Pekerja Fajar “Pemahaman tentang Sidang umum masih kurang ,masih menganggap SU itu kurang penting mengingat sepinya Sidang.
            Senada dengan Fajar, ketua HMPS PBSI Eko Febri Prasetyo saat diwawancara oleh Bhaskara mengataka “Tergantung dari siapa orangnya mungkin orang itu tidak tau apa itu SU, peserta sidang umum kurang memahami tujuan dari diadakannya sidang. Padahal Sidang Umum kali ini akan mempengaruhi jalannya KM satu periode mendatang.Berbeda dengan Eko Febri Prasetyo delegasi HMPS Pendidikan Biologi Andika Nur Setiaji mengatakan “Peserta delegasi yang datang berganti – ganti jadi banyak tidak tau apa - apa karena tidak mengikuti dari awal.
Ketua panitia Reza Ferdansyah sangat menyayangkan minimnya partisipasi di Sidang Umum ini, “Kurangnya rasa ingin berproses dan kurangnya komunikasih tentang pentingnya Sidang Umum antara lembaga yang ada juga memengaruhi jalannya Sidang Umum, kami dari pihak panitia sudah melakukan penjemputan dua kali dalam pemanggilan. (abu_bhas)
Continue reading →
Kamis, 23 Oktober 2014

Pandangan LPJ LT Dianggap Asal-Asalan

0 komentar
BEM Univ memaparkan hasil LPJ mereka. bhas_doc
Bhaskara)_Online -  Kamis (23/10) dini hari, LPJ seluruh Lembaga Tinggi (LT) rampung dilaksanakan. Dari empat LT, hanya Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, yang ditolak laporannya. Padahal tidak ada LT yang menjalankan tugas dan fungsinya sesuai amanat AD/ART KOSMA XII. Selain itu, program kerja mereka pun tidak semua dijalankan.
“Sebenarnya seluruh lembaga tinggi itu tidak patuh terhadap AD/ART. Tapi, herannya kenapa yang ditolak hanya DPM Univ. Padahal, tiga lembaga tinggi lainpun minim bekerja. Contoh saja MPM, mereka sama sekali tidak bekerja, aneh bisa diterima. Itu bisa terjadi karena peserta yang tidak paham AD/ART,“ ungkap anggota Badan Pekerja (BP) Fajar, Kamis (23/10) kepada Bhaskara.
Sementara itu, Presidium Sidang Umum, Rya Dwi Aditya menyatakan LPJ lembaga tinggi tidak memiliki kejelasan isi. “Saya ketawa melihat LPJ Lembaga Tinggi. Ada LPJ kliping koran, ada yang cuma tiga lembar, dan ada yang harus dipaksa dulu, baru mau LPJ,” jelas Adit.
Perwakilan HMPS Sejarah, Triyono mengatakan, ada dua lembaga tinggi yang kerjanya sama-sama nol. Tapi, anehnya hanya satu yang ditolak. “Semua lembaga tinggi itu sama sama tidak beres. Namun, hanya satu yang ditolak,” kata Suluh. (bhas_vena)

Continue reading →
Jumat, 26 September 2014

Mahasiswa Sesalkan Sistem Keamanan

0 komentar

-                                                 CCTV UMP Tidak Berfungsi Maksimal

 
pabelan-online.com_doc
 
BHASKARA – UMP terdiri 20 gedung dengan luas total lahan 34.270 meter persegi. Ratusan sarana infrastruktur pun dimiliki, yang terbagi di seluruh fakultas. Selain dirawat, sarana tersebut mesti dijaga dengan ketat. Tercatat UMP, saat ini memiliki lebih dari 20 pegawai keamanan, yang didukung dengan 15 buah kamera CCTV. Kedua sarana pengamanan tersebut, yang dikira telah dapat mengamankan lingkungan di kampus biru, namun pada Kamis (25/9) malam, mendapat pukulan. Pasalnya, dua kawanan pencuri berhasil masuk dan memperdaya sistem keamanan.
Meski yang dicuri, hanya tiga buah helm. Namun, dari peristiwa tersebut, menandakan terdapat celah kelemahan pada sistem keamanan di UMP. Kamera CCTV, yang diharapkan dapat mendukung kinerja satuan pengamanan justru tidak berfungsi maksimal. Ini dapat terlihat, saat anggota kemanan mencoba melihat wajah para pencuri dari CCTV, namun tidak dapat mengidentifikasi. Itu dikarenakan, sebagian kamera tidak berfungsi. Kontan, kelemahan tersebut disesalkan mahasiswa.
“Saya kecewa dengan sistem keamanan di kampus. Saya dua kali ini menjadi korban pencurian. Seharusnya hal ini, menjadi teguran bagi kampus untuk meningkatkan sistem keamanannya,” ungkap Mahasiswa Fakultas Hukum Semester 3, Amanda, Kamis (25/9) lalu.
Sementara itu, anggota keamanan kampus, Aris mengatakan, pihaknya akan berusaha mengusut permasaahan tersebut, namun pihaknya mengakui memang tidak dapat melihat sosok pencuri di kamera keamanan, yang terpasang.
Sementara ini kami masih melakukan pemeriksaan dilokasi kejadian, dengan menggalang para saksi-saksi. Kami akan terus berusaha melakukan penyelidkan dan pelacakan siapa dalang dari pelaku pencurian ini”, ujarya. (Bhas_Ovi)
Continue reading →
Senin, 15 September 2014

Belum Rampung, Gedung R Sudah Ditempati

0 komentar
proses pembangunan gedung R. Bhas_doc
Awal semester ganjil tahun ini, mahasiswa fakultas teknik menempati gedung baru, paska gedung perkuliahan mereka, dialihkan untuk Fakultas Kedokteran. Padahal gedung R tersebut, belum sepenuhnya rampung, pengerjaannya baru akan selesai dua pekan ke depan. Tak ayal, kesibukan pertukangan dan alat berat, masih kerap terdengar dari dalam kelas perkuliahan. Ini tentunya, dapat mengganggu proses belajar mengajar. Selain itu, aspek keselamatan pun, seolah tak menjadi prioritas.
“Kecewa dengan kebijakan yang seperti ini. Kami harus kuliah di gedung yang belum jadi, proses perkuliahan pun tidak kondusif dengan ruangan yang penuh debu, minim fasilitas dan ketika akan masuk gedung was-was kejatuhan alat-alat bangunan. Jika terjadi kecelakaan apakah pihak universitas akan menanggung,” ungkap mahasiswa Prodi. Teknik Sipil, Khoerul Fuadi, beberapa waktu lalu, kepada Bhaskara.
Sementara itu, Menteri Advokasi BEM Fakultas Teknik, Sigit Adimulyono,  kecewa dengan sikap  WR II yang pernah menyuruh anak-anak teknik, pada waktu kuliah di gedung Q, disuruh pindah ke gedung R, yang dalam kondisi belum jadi.
“Saya kecewa dengan kebijakan WR II, yang mengharuskan mahasiswa teknik kuliah di gedung R. Padahal di gedung Q pun sebenarnya masih sering kosong. Pihak universitas menjajikan 25 Oktober 2014 gedung R sudah jadi 100%. Jika hal itu diingkari, seluruh mahasiswa teknik siap melakukan aksi yang lebih besar lagi demi memperjuangkan kesejahteraan mahasiswa teknik,” ungkap Sigit.
Wakil Rektor II Bidang Administrasi umum , Joko Purwanto dalam menanggapi aspirasi mahasiswa, mengatakan, agar bersabar dan menerima keadaan. Namun, kata dia, pihaknya jamin perkuliahan di gedung R itu aman .
“Mahasiswa diharap maklum. Universitas sudah mengusahakan untuk percepatan pembangunan tetapi kenyataanya sampai sekarang belum jadi juga. Semoga diperpanjangan kontrak yang kedua ini bisa jadi tepat waktu pada 25 Oktober 2014. Mengenai keamanan mahasiswa tidak usah khawatir karena  Universitas siap menjamin proses perkuliahan di gedung R aman,” Kata Joko. (Bhas_Wiji)
Continue reading →

Labels