ALT_IMG

Lomba Karya Jurnalistik Se BARLINGMASCAKEB

LPM BHASKARA Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan Lomba Karya jurnalistik Untuk Pelajar Se Barlingmascakeb dengan tema Buramnya Pendidikan Di Negriku.Download Formulir dan Ketentuan Lomba.

ALT_IMG

Adat Istiadat Perlu Berjalan Berdampingan Dengn Aqidah Islam

Awan mendung menyelimuti langit Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), rintik hujan mulai membasahi gedung-gedung mewah kampus biru. Pada saat yang bersamaan, tampak mahasiswa lalu lalang menuju lantai tiga di gedung PKM yang belum genap dua tahun dibangun itu.Selengkapnya..

Alt img

Pengelolaan Hotspot Belum Maksimal

Hotspot yang akhir-akhir ini menjadi popular, karena kemudahan dan keefektifannya membuat hotspot digemari para pecinta dunia maya. Universitas Muhammadiyah Purwekerto (UMP) merupakan salah satu yang menggunakan teknologi hotspot.Selengkapnya...

ALT_IMG

Buruknya Konsolidasi, Kesebelasan BEM Mundur

Belum genap satu periode kepengurusan, para pentolan Lembaga Tinggi sudah mulai meninggalkan kursi jabatannya. Terbukti dengan mundurnya 11 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2012/2013 yang digadang-gadang sebagai ujung tombak penampung aspirasi mahasiswa. Selengkapnya...

ALT_IMG

Pemimpin Oh Pemimpin

Dengan air mata ini... Ku berharap kepadamu... Pemimpin... Selengkapnya...

Kamis, 29 Maret 2012

POHON KEHIDUPAN

0 komentar
Titis Wahyudi

Dalam kerahasian-Nya
Debu – debu berputar pada lingkaran-Nya
Kecepatan selembut cahaya
Kun .......
Kata indah dari-Nya terfirman di Arsy-Nya
Benih – benih tumbuh sesuai kehendak-Nya
Berubah menjadi akar yang meraba planet kehidupan
Semakin menjulang kelangit batangnya
Dibumbui bunga al muhibbin
Berbuah suci mengalir air di dasarnya
Untuk reward al mujahiddin...
Subhanallah ....
Subhanallah ....
Subhanallah ....
Purwokerto ,4 agustus 2011










Puisi karya Titis Wahyudi
YA ‘ALIM
Engkau tak terlihat oleh indra lihatku
Kapankah aku bs menyentuh hidayah-Mu
Setiap jalan-Mu ada sesuatu hidup hakiki
Saat kelam menyelimut jiwa
Banyak hal duniawi menari
Engkau Ya ‘alim.....
Aku melihat dengan hatiku
Purwokerto ,6 agustus 2011

Continue reading →

Perlahan Saja

0 komentar
Pipit, 27 April 2007

Perlahan wahai pemimpin
Jangan kau angkat kepalamu tergesa-gesa
Dari sujudmu kepada tuhanku
Aku belum mencium atmosfer di segala penjuru
Akan keberadan pencipta, yang menciptakanku
Aku menunduk khusyu’ mengharap satu inspirasi
Dengan penuh kecenderungan padaNya
Berdetak jantungku di seantero langit dan bintang-bintang
Mencoba berkomunikasi dari semu sisinya
Lalu ketika aku bersujud, di taman penuh kerinduan
Aku buang semua beban dan dosaku
Hatiku kosong dari segala dengki yang melekat
Juga dari hawa nafsu berganti dengan cinta
Sebentar wahai pemimpin
Jangan kau tegakkan kepala terlalu cepat
Yang akan membuat hatiku terasa tercerabut

Continue reading →

Para Pengumbar Janji

0 komentar
Titis Wahyudi

Aduhai .....
Bibirmu berasa susu kental cap kelinci ....
Karena itu banyak semut – semut hitam berbondong – bondong  mencarimu ....
Dan ingin menikmati manisnya keangkuhanmu ......
Purwokerto , 9 Agustus 2011
Continue reading →

PAIN IN MY HEART

0 komentar
 I walk on a street
Without a reason
Looking ahead with pain
These lips can’t say anything
Only tears come down my face

I can’t stop this feeling, baby
I realize that I can’t get you
You always say it to me
I always deny and angry to you
Why did you say like that?

Maybe we are in the different world
Why did you use me as the reason?
I believe that one day
You be able to be mine
But it’s wrong
Continue reading →

“Nazarudin sayonara”

0 komentar
Titis Wahyudi

Negara Indonesia itu sarangku
Ada berbagai macam warna kebusukan
Zebra cross saja jadi ular koros
Aku juga ikutan dong, nyuapin para bos – bos
Rumah mewah, mobil dan uang sebagai penyemangat
Untungnya mereka bungkam dan bisa diangkut
Dan bank dunia pun siap menyimpan kejuku
Inilah panggungku, panggung para penghibur
Nazarudin sayonara” kata mereka
Purwokerto, 9 Agustus 2011
Continue reading →

Mencari Garisku

0 komentar
Pipit, 2007

Ku cari garisku, garis takdirku
Membelah batu-batu padas
Dalam bumi segala negeri
Mengais lembah-lembah pedalaman
Tanah kuselami setiap malam
Hasrta hanya ingin ku baca takdirMu
Lewat alam nyata, lewat mata kepala
Dalamnya sungai yang ku gapai, angin pagi yang ku saring
Air keruh yang ku rengkuh, air bening yang ku pancing
Langit malam yang ku intip, awan hitam sebagai tawanan
Badai besar yang hampir ku gapai, ombak-ombak yang ku tambak
Dalam setiap hembus nafasku, lembaran takdirMu tak tergenggam jua
Continue reading →

Labels